Seorang Santri dan 2 Peserta Ijtima Gowa di Kulonprogo Positif Rapid Test

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
27 April 2020 16:32 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro Magetan dan Ijtima Gowa menjadi beberapa klaster dalam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sebanyak 13 santri ponpes Temboro Magetan tercatat telah pulang kampung ke Kulonprogo.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan dari 13 santri yang terpantau pulang ke Kulonprogo, satu di antaranya positif reaktif melalui rapid test pada pekan lalu. Tes cepat ini untuk screening awal gejala Covid-19.

"Hari ini tambah satu lagi, sehingga dari 13 santri Magetan dua dinyatakan positif rapid test," jelas Budi pada Senin (27/4/2020).

Selain itu hasil positif lewat rapid test juga didapati dari peserta Ijtima Gowa. Dua peserta Ijtima Gowa asal Kulonprogo dinyatakan positif (reaktif) melalui hasil rapid test.

Terkait langkah terhadap tiga hasil rapid test positif ini, Budi masih berkoordinasi dengan berbagai pihak. "Masih dalam proses, apakah penanganannya harus diisolasi di RSUD Wates atau di rumah saja," jelasnya.

Sebelumnya pada Sabtu (27/4/2020) seorang santri Ponpes Temboro Magetan terpaksa diisolasi ke RSUD Wates setelah hasil rapid test dinyatakan reaktif. Budi menjelaskan 11 santri yang tersisa akan terus dipantau, termasuk dilakukan rapid test secara bertahap. "Bila hasilnya negatif atau non-reaktif maka 10 hari setelahnya akan dilakukan rapid test kedua," ucapnya.

Sementara itu Budi juga mengatakan pihaknya telah melakukan tracing ke sejumlah orang yang kontak langsung dengan santri maupun peserta Ijtima Gowa yang dinyatakan positif rapid test. "Kami sudah ada catatannya, sementara kami minta kepada orang yang kontak langsung untuk melakukan karantina diri selama 14 hari," imbaunya.

Juru bicara RSUD Wates untuk penanganan COVID-19, Albertus Sunuwata Triprasetya mengatakan saat ini kondisi satu santri yang diisolasi secara umum baik. Selanjutnya santri tersebut akan melakukan tes swab untuk memeriksa lebih lanjut apalah yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak. "Senin dan selasa ini, santri yang bersangkutan akan diambil sampelnya untuk tes swab," ujar Sunu.