Penyebar Hoaks soal Pasien Corona Ditangkap Warga

Ilustrasi. - Ist/Everypixel
27 April 2020 20:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rusmanto, warga Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, ditangkap warga karena menyebarkan berita bohong terkait dengan penyebaran Covid-19. Saat pandemi, diharapkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang beredar tanpa sumber pemberitaan yang jelas.

Berita bohong tentang penyebaran Corona ini beredar melalui rekamanan suara. Dalam rekaman ini Rusmanto menyatakan Klinik Fortuna Husada yang berada di Dusun Grogol, Desa Bejiharjo, merawat lima pasien positif Covid-19. Selain itu, salah satu pasien yang dirawat memiliki saudara yang bekerja di Puskesmas Karangmojo II. Dampaknya, puskesmas ini langsung disterilkan.

Pemilik Klinik Fortuna Husada, Rudi Ismanto, mengaku mendapatkan informasi itu melalui pesan singkat. Penyebaran berita bohong ini beredar sejak 17 April sehingga berdampak terhadap layanan di klinik karena tidak ada pasien yang berani berobat.

"Jelas sangat terdampak karena sebagai tempat pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dalam memerangi pandemi Covid-19 kami sangat dirugikan,” kata Rudi kepada wartawan, Senin (27/4/2020).

Menurut dia, penangkapan terhadap Rusmanto dilakukan setelah ada pertemuan dengan warga di Dusun Grogol I. Dari hasil penelusuran diketahui penyebar hoaks dilakukan oleh Rusmanto, warga Desa Bejiharjo. Dalam pertemuan dengan masyarakat juga disampaikan bahwa berita yang sengaja disebarkan itu tidak benar. “Berkat kesigapan warga dan Bhabinkamtibmas kami berhasil menelusuri dan menangkap penyebar hoaks, dan Rusmanto sudah mengakuinya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan berita yang disebarkan Rusmanto merupakan kabar bohong karena pasien positif Covid-19 hanya dirawat di RSUD Wonosari. “Tidak benar jika Klinik Fortuna merawat pasien positif. Selain itu, Puskesmas Karangmojo II juga tidak disterilkan,” katanya.

Meski pelaku penyebaran berita hoaks ditangkap, Dewi mengakui jajarannya tidak melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Dinkes, menurut Dewi, memilih fokus dalam memerangi pandemi covid-19. “Mari buat situasi saat ini lebih sejuk dengan tidak menyebar berita bohong. Dengan suasana yang sejuk, masyarakat bisa bersikap rasional dalam situasi pandemi,” katanya.

Pelaku penyebar hoaks, Rusmanto, mengakui segala perbuatannya. Menurut dia, informasi mengenai adanya lima orang yang dirawat di Klinik Fortuna Husada bersumber dari pesan berantai dari media sosial. “Penyebaran berita menggunakan suara saya yang direkam,” katanya.

Ia mengaku tidak mengklarifikasi kebenaran berita tersebut. “Saya tidak menyadarinya. Rekaman yang saya buat awalnya bertujuan agar masyarakat berhati-hati. Namun dalam memberikan imbauan ada salah ucap dan merugikan, maka saya minta maaf,” katanya.