6 Orang Diisolasi di Gedung Karantina Pemkot Jogja, Tagana Sediakan Makan 3 Kali Sehari

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi sedang meninjau dapur umum di Posko Tagana Kota Jogja, Senin (27/4/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah\\n
28 April 2020 01:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak enam orang saat ini menghuni gedung karantina Pemerintah Kota Jogja, di balai Diklat Kementerian Sosial, jalan Veteran, Muja Muju, Umbulharjo. Kebutuhan logistik mereka ditunjang Tagana yang menyediakan makanan sehari tiga kali.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan enam orang yang ditampung di gedung karantina saat ini merupakan penghuni baru yang masih akan menjalani karantina 12 hari lagi. “Sebelumnya lima orang sudah selesai, sekarang ganti yang baru,” katanya, Senin (27/4/2020).

Lima orang penghuni pertama gedung karantina ini telah keluar dengan dinyatakan negatif setelah dilakukan rapid tes sebanyak dua kali. “Sesuai prosedur yang ditempatkan di gedung karantina adalah mereka yang bergejala,” kata dia.

Penghuni gedung karantina ini semuanya adalah pemudik yang rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi. Ia menjelaskan kategori rumah yang tidak layak untuk isolasi yakni hanya memiliki satu kamar sementara di situ tinggal bersama keluarganya sehingga keluarganya rentan terpapar.

Namun jika pemudik memiliki rumah yang layak untuk isolasi, ia wajib mengisolasi diri di rumahnya sendiri. Prosedur penempatan pendatang ke gedung karantina yakni melalui pengajuan dari wilayah seperti RT, WR atau lurah, karena mereka lah yang mengerti kondisi rumah pemudik.

Jika wilayah memiliki penampungan sendiri, ia menyarankan agar pemudik yang direkomendasikan untuk karantina untuk menempati penampungan di wilayah. Ia mencontohkan wilayah yang telah memiliki penampungan sendiri yakni Ngampilan, di Masjid Arohmah.

Ketua Forum Komunikasi Tagana Kota Jogja, Yuda Paksi, menuturkan untuk kebutuhan logistik, pihaknya menyediakan makanan yang dimasak sendiri sehari tiga kali. “Saat bulan puasa juga kami data berapa yang puasa, berapa yang tidak. Kami ada petugas yang memasak jam 01.00 WB pagi,” katanya.

Tagana memasak untuk penghuni gedung karantina dari Posko tagana Kota Jogja, di Ponggalan Giwangan, Umbulharjo. Selain kepada orang yang dikarantina, pihaknya juga memasak untuk petugas di gedung karantina.

Petugas untuk memasak dari tagana yakni 18 orang yang dibagi dalam tiga sif setiap hari. Setiap masak, timnya selalu menyediakan menu berbeda, dengan anggaran sekitar Rp10.000-Rp12.000 per porsi. Anggaran untuk masakan ini didapat dari Dinas Sosial Kota Jogja.