Hingga Hari Ini, Sudah Ada 26 Kendaraan dari Luar DIY Diminta Putar Balik

Salah satu mobil berpelat luar DIY dihentikan petugas di Pos Pemeriksaan Prambanan, Sleman, Selasa (28/4/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
28 April 2020 16:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dishub DIY sudah meminta setidaknya 26 kendaraan dari luar DIY yang hendak memasuki wilayah DIY untuk berputar balik. Kendaraan yang diminta putar balik kebanyakan berasal dari zona merah pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub DIY Lazuardi, mengatakan dari 26 kendaraan bermotor yang terdiri dari mobil pribadi diminta putar balik merupakan rekapitulasi data sejak Minggu (26/4/2020) hingga Selasa (28/4/2020).

"Pos Prambanan menempati urutan pertama jumlah kendaraan yang diminta putar balik. Totalnya ada 26 kendaraan berasal dari tiga pos perbatasan yakni Tempel, Prambanan, dan Temon," ujar Lazuardi, Selasa.

Lebih lanjut, sejak Minggu lalu kendaraan yang sudah diminta putar balik total ada 19 kendaraan. Rinciannya, lima kendaraan diminta untuk putar balik di Pos Tempel; 12 kendaraan diminta untuk putar balik di Pos Prambanan;  dan di Pos Temon kendaraan diminta untuk balik kanan ada dua kendaraan.

"Senin [27/4/2020] jumlah kendaraan yang diminta untuk putar balik sebanyak lima kendaraan bermotor berupa mobil pribadi. Di pos Prambanan ada empat kendaraan, di pos Tempel ada satu kendaraan, sedangkan di pos Temon nihil," kata dia.

Pada Selasa, jumlah kendaraan yang diminta untuk putar balik sebanyak dua kendaraan berdasarkan data dari jawatannya sampai dengan pukul 12.00 WIB. Kendaraan yang diminta untuk putar balik berasal dari wilayah yang sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Yakni sebuah bus berpelat W dan mobil pribadi berpelat B. Laporannya berasal dari di Pos Temon," ucap dia.

Lazuardi menyarankan agar pengendara yang berasal dari zona merah pandemi Covid-19 yang menuju ke wilayah DIY agar putar balik daripada diminta untuk putar balik oleh petugas di lapangan. Pasalnya, ia dan jawatannya  memperkirakan akan ada lebih banyak kendaraan yang melintas atau mengarah ke DIY pada hari ini.

"Mereka [pemudik] mencari peluang jalur yang paling mudah dimasuki. Kalau dari arah Surabaya, Jawa Timur, lewat jalur Selatan yang paling mudah. Dari arah Jakarta juga, paling mudah jalur selatan. Lebih baik pengendara ambil jalur lain selain DIY," tandasnya.

Guna menghalau kendaraan dari zona merah, ia dan jawatannya terus melakukan pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan sistem tiga shift. "Upaya pemeriksaan sendiri kami menggandeng teman-teman dari Kepolisian dan TNI," imbuhnya.