Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam di IHR 2026
Naga Sembilan juarai IHR Piala Paku Alam 2026 di Jogja, kalahkan rival kuat dalam ajang pacuan kuda bergengsi.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, SLEMAN—Guna menekan harga gula yang terus merangkak naik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman menggelar operasi pasar (OP) di wilayah pinggiran Sleman. Dalam OP itu, warga dibatasi hanya boleh membeli maksimal dua kilogram gula.
OP digelar di kantor masing-masing kecamatan. Untuk Kecamatan Tempel digelar pada Rabu (29/4) mulai pukul 13.00. Adapun Kamis (39/4) digelar di Pakem, Minggir, Moyudan, Turi dan Seyegan mulai pukul 09.00 WIB.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan setelah OP pertama digelar di sekitar Pemkab, kini dinasnya menggelar OP kedua di wilayah pinggiran, mulai dari Sleman sisi utara maupun sisi barat.
Pada OP kedua ini, terdapat enam kecamatan yang menjadi sasaran. Masing-masing adalah Kecamatan Pakem, Tempel, Turi, Seyegan, Minggir dan Moyudan. “Untuk lokasinya, ada di masing-masing kantor kecamatan,” ucap dia, Rabu (29/4/2020).
Dia menjelaskan OP digelar di wilayah pinggiran, selain untuk membuka aksesibilitas warga terdampak Covid-19 juga bertujuan untuk pemerataan. Jika tahap pertama Disperindag menyediakan 1,5 ton gula, maka pada tahap kedua ini jumlah gula yang disediakan sebanyak dua ton untuk enam kecamatan.
Dijelaskan Kurnia, harga gula saat ini masih jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Meskipun mengalami penurunan dari sekitar Rp19.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram, harga gula masih dinilai tinggi. "Selama OP berlangsung, harga jual hanya Rp12.500 sesuai HET. Warga maksimal hanya bisa membeli dua kilogram saja," katanya.
Disinggung soal OP untuk wilayah Sleman Timur, Kurnia mengatakan demi aspek pemerataan wilayah Sleman juga akan menjadi sasaran OP. Mulai dari Prambanan, Kalasan dan Berbah hingga Ngemplak dan Cangkringan juga menjadi sasaran OP pada tahap ketiga. "Kami masih mengagendakan kerja sama dengan Bulog," katanya.
Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan OP gula kristal putih yang digelar bersama Bulog dijual sesuai HET. Diharapkan dengan OP tersebut, harga kembali normal. Selain di Sleman, OP juga digelar di Kulonprogo, Kota Jogja dan Gunungkidul. Masing-masing mendapat jatah 1,5 ton. "Kami juga memasok ke toko Segoro Amarto dengan harga jual Rp12.500 per kilogram maksimal pembelian dua kilogram," katanya
Terkait dengan dengan PT Madu Baru, kata dia, saat ini sudah proses pendistribusian sebanyak 10.000 ton dari pabrik yang biasa dikenal dengan sebutan Madukismo itu. Tak hanya itu, koperasi di perusahaan tersebut juga menggelar operasi pasar dengan menjual gula juga dengan harga sesuai HET (Rp12.500 per kilogram). Hanya maksimal pembelian empat kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Naga Sembilan juarai IHR Piala Paku Alam 2026 di Jogja, kalahkan rival kuat dalam ajang pacuan kuda bergengsi.
Tiga penyebab WiFi lemot di rumah modern yang sering terabaikan serta cara mengatasinya agar koneksi lebih stabil.
Korea Selatan vs Meksiko di Piala Dunia 2026 jadi laga krusial Grup yang berpotensi menentukan tiket awal ke babak 32 besar.
Bakamla RI lirik DIY sebagai titik strategis pengawasan Laut Selatan dalam sistem keamanan maritim nasional terintegrasi.
Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 jadi laga krusial Grup B dengan peluang seimbang dan tekanan besar bagi kedua tim.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 19 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.