Pemkab Sleman Gelar Operasi Pasar Gula Pasir, Catat Tanggal dan Tempatnya

Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
29 April 2020 15:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Guna menekan harga gula yang terus merangkak naik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman menggelar operasi pasar (OP) di wilayah pinggiran Sleman. Dalam OP itu, warga dibatasi hanya boleh membeli maksimal dua kilogram gula.

OP digelar di kantor masing-masing kecamatan. Untuk Kecamatan Tempel digelar pada Rabu (29/4) mulai pukul 13.00. Adapun Kamis (39/4) digelar di Pakem, Minggir, Moyudan, Turi dan Seyegan mulai pukul 09.00 WIB.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan setelah OP pertama digelar di sekitar Pemkab, kini dinasnya menggelar OP kedua di wilayah pinggiran, mulai dari Sleman sisi utara maupun sisi barat.

Pada OP kedua ini, terdapat enam kecamatan yang menjadi sasaran. Masing-masing adalah Kecamatan Pakem, Tempel, Turi, Seyegan, Minggir dan Moyudan. “Untuk lokasinya, ada di masing-masing kantor kecamatan,” ucap dia, Rabu (29/4/2020).

Dia menjelaskan OP digelar di wilayah pinggiran, selain untuk membuka aksesibilitas warga terdampak Covid-19 juga bertujuan untuk pemerataan. Jika tahap pertama Disperindag menyediakan 1,5 ton gula, maka pada tahap kedua ini jumlah gula yang disediakan sebanyak dua ton untuk enam kecamatan.

Dijelaskan Kurnia, harga gula saat ini masih jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Meskipun mengalami penurunan dari sekitar Rp19.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram, harga gula masih dinilai tinggi. "Selama OP berlangsung, harga jual hanya Rp12.500 sesuai HET. Warga maksimal hanya bisa membeli dua kilogram saja," katanya.

Disinggung soal OP untuk wilayah Sleman Timur, Kurnia mengatakan demi aspek pemerataan wilayah Sleman juga akan menjadi sasaran OP. Mulai dari Prambanan, Kalasan dan Berbah hingga Ngemplak dan Cangkringan juga menjadi sasaran OP pada tahap ketiga. "Kami masih mengagendakan kerja sama dengan Bulog," katanya.

Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto mengatakan OP gula kristal putih yang digelar bersama Bulog dijual sesuai HET. Diharapkan dengan OP tersebut, harga kembali normal. Selain di Sleman, OP juga digelar di Kulonprogo, Kota Jogja dan Gunungkidul. Masing-masing mendapat jatah 1,5 ton. "Kami juga memasok ke toko Segoro Amarto dengan harga jual Rp12.500 per kilogram maksimal pembelian dua kilogram," katanya

Terkait dengan dengan PT Madu Baru, kata dia, saat ini sudah proses pendistribusian sebanyak 10.000 ton dari pabrik yang biasa dikenal dengan sebutan Madukismo itu. Tak hanya itu, koperasi di perusahaan tersebut juga menggelar operasi pasar dengan menjual gula juga dengan harga sesuai HET (Rp12.500 per kilogram). Hanya maksimal pembelian empat kilogram.