Kasus DBD di Kulonprogo Melonjak Tajam dalam Sebulan Terakhir

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
29 April 2020 07:07 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kulonprogo merata di seluruh Kapanewon Kulonprogo. Meski jumlahnya bervariasi, Dinas Kesehatan Kulonprogo bergerak cepat dengan melakukan pengasapan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan ada sebanyak 145 kasus DBD yang tersebar di 12 Kapanewon. "Kasus tersebut merupakan data kumulatif dari Januari sampai April ini," jelas Baning yang dihubungi pada Selasa (28/4/2020).

Terdapat pelonjakan kasus DBD dari hari ke hari. Bila melihat data pertengahan bulan Maret lalu hanya ada 84 kasus DBD di Kulonprogo. Namun dalam kurun waktu sekitar satu bulan jumlahnya meningkat sebanyak 61 kasus.

Apalagi bila melihat pada 2019, kasus DBD di Kulonprogo hanya ada 259 kasus dalam jangka waktu setahun. "Dari 145 kasus DBD di Kulonprogo sampai saat ini, tidak ada pasien yang dinyatakan meninggal dunia," jelas Baning.

Sebagai tindakan cepat Dinas Kulonprogo telah melakukan pengasapan pada wilayah dengan angka DBD tunggi. Sejauh ini fogging telah dilakukan di sejumlah wilayah. "Pengasapan dilihat sesuai situasi, kita analisis dari kasus yang ada, kalau memenuhi syarat maka baru dilakukan fogging," ujar Baning.

Baning mengatakan pencegahan penyebaran DBD utamanya dilakukan dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan satu rumah satu Jumat tik (1R1J). "Selama darurat Covid-19 warga yang diminta tinggal di rumah wajib melakukan PSN mandiri," ujarnya.

Kapanewon Wates menjadi lokasi tertinggi kasus DBD di Kulonprogo dengan 24 kasus. Guna memutus rantai pada Selasa (28/4/2020) dilakukan fogging di wilayah Wonosidi Kidul, Kapanewon Wates. Kepala Bagian Kesejahteraan Kalurahan Wates, Tri waluyo membenarkan adanya kasus DBD di Kalurahan Wates. Hingga April ini sebanyak delapan kasus DBD ditemukan di Kalurahan Wates.