Advertisement
Kekosongan Jabatan Landa Pemkab Kulonprogo
ILustrasi lelang jabatan - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pengisian jabatan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo, dengan sistem rotasi atau mutasi pejabat eselon II beberapa waktu lalu menimbulkan kekosongan jabatan pimpinan di sejumlah instansi.
Tercatat ada dua jabatan yang kini kosong karena efek mutasi itu. Kedua instansi tersebut yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Pariwisata (Dispar).
Advertisement
Kepala Disnakertrans, yang dulu dijabat Eko Wisnu Wardhana saat ini kosong karena Eko telah dimutasi ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Di sana Eko didapuk menjadi kepala, menggantikan Triyono yang kini bertugas di pucuk pimpinan Bappeda.
Adapun kepala Dispar yang dulu dijabat Niken Probo Laras saat ini kosong karena Niken telah digeser menjadi Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulonprogo. Sedangkan Kepala Disbud, yang dulu Untung Waluya, dipindah menjadi Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Setda.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo, membenarkan hal itu. Dia juga mengatakan selain dua jabatan tersebut, kekinian masih ada tiga jabatan lain yang terlebih dahulu kosong. Ketiganya yaitu Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris DPRD dan Kepala Kesbangpol.
Kepala Dinkes secara definitif terakhir dijabat oleh Bambang Haryanto. Namun sejak September 2018, Bambang diketahui sakit dan pada April 2019 menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Sardjito. Kini posisi Bambang diisi oleh Plt, yaitu Sri Budi Utami.
Sementara untuk jabatan Sekwan dulunya diisi Yohanes Irianto. Pada tahun lalu, Irianto dirotasi menjadi Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulonprogo. Sepeninggal Irianto, belum ada sekwan definitif sampai saat ini.
"Sedangkan untuk Kesbangpol kan nanti menjadi eselon II, tapi sekarang belum ada kepalanya, baru plt," ujar Sutedjo, Rabu (29/4/2020).
Menyikapi kekosongan itu, Pemkab Kulonprogo kata Sutedjo tengah melakukan persiapan untuk mengajukan izin pengisian jabatan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta.
"Sekarang kita masih proses pengajuan izin tersebut, kemungkinan nanti kita menggunakan sistem lelang terbuka, sehingga pejabat eselon di bawah eselon II yang sesuai kriteria bisa mendaftar," ucapnya.
Seperti diketahui pemkab Kulonprogo merotasi 36 jabatan struktural, fungsional dan kepala sekolah. Beberapa di antaranya merupakan pejabat eselon II. Adapun mereka telah dilantik pada Selasa (28/4/2020).
Triyono, mantan Kepala BKAD yang kini resmi menjabat Kepala Bappeda setelah dilantik kemarin, menyatakan siap bertugas di posisi barunya. Untuk saat ini, jawatannya masih fokus dalam penanganan pencegahan wabah corona.
"Yang paling utama saat ini kita tangani darurat covid. Lebih kepada penanganan dan pencegahan. Ke depan setelah ini selesai, ya kita arahkan perencanaan untuk mengembalikan kondisi ekonomi pasca covid baik wisata, perdagangan dan sebagainya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Selasa 31 Maret 2026, Cek di Sini
- Gangguan Teknis, KA Tambahan Jogja-Pasar Senen Mogok di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement








