Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Sejumlah wisatawan bermain kano di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belum lama ini. - Harian Jogja/David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran di Gunungkidul menyisakan catatan penting, yakni keluhan wisatawan terkait retribusi ganda saat masuk melalui jalur di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari. Persoalan ini kini tengah dibahas untuk segera dicarikan solusi.
Sekretaris Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyebut secara umum penyelenggaraan wisata berjalan aman dan lancar. Namun, isu retribusi ganda menjadi satu-satunya keluhan yang muncul dari pengunjung.
“Keluhan hanya berkaitan dengan retribusi ganda. Untuk yang lain tidak ada,” kata Eko, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, tidak semua wisatawan mengalami hal tersebut. Retribusi ganda hanya terjadi bagi pengunjung yang masuk melalui jalur di Kalurahan Girijati, karena harus melewati Tempat Penarikan Retribusi (TPR) Parangtritis milik Pemkab Bantul sebelum masuk ke kawasan wisata di Gunungkidul.
Akibatnya, wisatawan diwajibkan membayar retribusi di dua lokasi berbeda. Pertama di wilayah Bantul, kemudian kembali ditarik saat masuk destinasi wisata di Gunungkidul.
“Hari ini, kami bersama-sama dengan Dinas Pariwisata DIY membahas masalah retribusi ganda yang menimpa wisatawan saat masuk via Purwosari,” katanya.
Di tengah persoalan tersebut, jumlah kunjungan wisata justru melampaui target. Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Hary Sukmono, mencatat sebanyak 421.000 wisatawan berkunjung selama periode 20–29 Maret 2026.
Angka itu jauh melampaui target awal yang hanya sekitar 93.000 pengunjung saat persiapan libur Lebaran.
“Semua berjalan dengan lancar dan aman. Memang ada beberapa catatan yang menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan agar penyelenggaraan wisata bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” kata Hary.
Ia menyebut lonjakan pengunjung paling banyak terjadi di sejumlah titik TPR seperti Baron, jalur Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS), serta kawasan Bukit Paralayang di Watugupit di Kapanewon Purwosari. Mayoritas wisatawan masih menjadikan kawasan pantai sebagai tujuan utama.
Sementara itu, Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II di Pantai Baron, Surisdiyanto, memastikan pengamanan selama libur Lebaran dilakukan secara maksimal. Sebanyak sekitar 60 personel disiagakan di sepanjang kawasan pantai, mulai dari Poktunggal hingga Bukit Paralayang.
Ia mengungkapkan selama periode liburan sempat terjadi dua insiden kecelakaan laut di Pantai Drini. Dua wisatawan terseret arus saat bermain di area rip current, namun berhasil diselamatkan oleh petugas.
“Laka laut yang terjadi di kawasan Pantai Drini, dua wisatawan terseret arus saat bermain di area rip current,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Pengendara motor berusia 70 tahun meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan mobil di Jalan Jogja-Solo Km 10,5 wilayah Berbah, Sleman.
Argentina mengalahkan Cape Verde 3-2 lewat perpanjangan waktu dan lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Messi kembali mencetak gol ketujuhnya di turnamen.
Sering mengantuk saat bekerja? Ketahui penyebabnya dan 11 cara efektif mengusir kantuk agar tetap fokus, produktif, dan aman selama beraktivitas.
Swedia menjadi pemilik paspor terkuat dunia 2026 versi Global Passport Index. Indonesia berada di peringkat 119 dari 197 negara.
Cari HP Android mirip iPhone Pro Max? Simak 14 rekomendasi smartphone murah dengan desain premium, fitur modern, dan harga mulai Rp1 jutaan.