Diduga Terpapar Corona, 40 Karyawan Supermarket Besar di Sleman Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Ilustrasi - Freepik
03 Mei 2020 18:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Lima karyawan di sebuah perbelanjaan swalayan berjenis supermarket besar di Sleman reaktif seusai menjalani rapid test. Saat ini kelimanya masih menunggu hasil pemeriksaan swab yang dilakukan di RSA UGM.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan Puskesmas Mlati I melakukan rapid test kepada sekitar 40 karyawan swalayan di Sleman. Hal itu menyusul hasil tracing yang dilakukan Puskesmas terhadap pasien Covid-19 Kasus 67 yang sudah sembuh yang mengaku menjadi karyawan di supermarket besar tersebut.

Kelimanya saat ini melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil pemeriksaan swab. Joko memperkirakan hasil swab akan keluar dalam tiga sampai lima hari ke depan. "Dari 40 karyawan yang di-rapid test, hanya lima yang reaktif. Kemudian semalam mereka melakukan pemeriksaan swab di RSA UGM," kata Joko saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (3/5/2020)

Joko mengatakan, pasien Kasus 67 adalah laki-laki 40 tahun warga Sleman. Kasus 67 ditetapkan positif Covid-19 pada 18 April setelah mendapat perawatan selama 10 hari dinyatakan sembuh. Dari hasil tracking yang dilakukan, pasien ini sempat memiliki riwayat perjalanan ke London, Inggris.

"Kasus 67 telah dinyatakan sembuh pada 28 April, setelah diwawancara lebih dalam baru mengakui soal tempat dia kerjanya. Sehingga atas izin pihak manajemen kami lakukan RDT [rapid diagnostoc test] terhadap seluruh karyawan tersebut," kata Joko.

Dia berharap masyarakat juga tidak perlu gusar karena tindakan medis dengan rapid test kepada karyawan supermarket besar tersebut lumrah dilakukan sesuai protokol Covid-19. Joko juga menepis bila kasus ini sebagai klaster baru di Sleman. Alasannya, belum ditemukan pasien positif generasi dua yang muncul dari Kasus 67.

"Jadi belum bisa disebut klaster karena baru hasil rapid test. Kalau nanti hasil PCR-nya positif baru mungkin jadi klaster baru," kata Joko.