18 Siswa di Kota Jogja Tidak Lulus

Ilustrasis siswa ujian - ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.\\n
04 Mei 2020 16:37 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Setelah diumumkan pada Sabtu (2/5/2020) lalu, Balai Pendidikan Menengah Kota Jogja mencatat angka kelulusan siswa SMA/SMK di Kota Jogja belum 100%. Terhitung ada 18 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Jogja, Suhartati menyebut tingkat kelulusan siswa SMA di Kota Jogja sebesar 99,96%. Di Kota Jogja, ada 5.530 siswa yang lulus dari seluruh jumlah peserta ujian sebanyak 5.532. Ada 2 siswa yang tidak lulus, yang terdiri dari satu siswa mengundurkan diri dan satu siswa meninggal dunia.

Sementara, untuk jenjang SMK, tingkat kelulusannya 99,7%. Jumlah siswa yang lulus dari 30 sekolah yaitu 5.214 siswa dari total jumlah peserta ujian 5.230 siswa. Tingkat ketidaklulusannya 0,3% sebanyak 16 siswa. Alasan tidak lulus ini lebih beragam, mulai dari sudah mengundurkan diri, sudah bekerja, hingga ada siswa menyadari sudah sering tidak masuk kelas dan mata pelajaran banyak yang tidak tuntas sehingga memutuskan akan mengulang kelas XII lagi.

Suhartati menyebut angka kelulusan siswa pada tahun ini lebih baik daripada tahun lalu, meski tidak menyebutkan angkanya secara rinci. "Kebanyakan tidak lulusnya juga bukan karena nggak ikut ujian, tapi karena sudah jarang masuk kelas," kata dia ketika dihubungi pada Senin (4/5).

Lebih lanjut, ia menyampaikan jika sama seperti tahun lalu, nilai ujian nasional tidak menjadi syarat tunggal kelulusan. Terlebih, tahun ini ujian nasional dibatalkan berkaitan dengan pandemi Covid-19. Siswa dinyatakan lulus dari jenjang SMA/SMK diputuskan oleh masing-masing sekolah berdasarkan beberapa nilai gabungan yang disebut nilai akhir.

"Kelulusan siswa itu menggunakan nilai akhir. Nilai akhir terdiri dari nilai rapor, nilai ujian sekolah, nilai ujian praktik, nilai ujian nasional, serta sikap perilaku baik," kata Suhartati.

Salah satu sekolah yang belum dapat meluluskan seluruh siswanya yaitu SMKN 2 Yogyakarta. Dihubungi terpisah, Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro menuturkan pada tahun 2020 ini, SMKN 2 Yogyakarta meluluskan 99,68% dari total siswanya, lantaran 2 siswa tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.

"Dengan sangat terpaksa kami tidak dapat meluluskan siswa 100% dikarenakan 2 siswa yang tidak memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan," kata Dodot.