Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Warga bausasran sedang merawat tanaman kampung Sayur, beberapa waktu lalu. /Ist-dok warga
Harianjogja.com, JOGJA-- Pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat melemah, yang mengakibatkan daya beli pun menurun. Di tengah situasi seperti ini, kemandirian pangan terus diupayakan oleh masyarakat, salah satunya dengan kegiatan Kampung Sayur, oleh warga Kelurahan Bausasran.
Kelurahan Bausasran memang telah terkenal dengan kegiatan Kampung Sayurnya. Di kelurahan yang berlokasi di sebelah selatan Stasiun Lempuyangan ini, masyarakat begitu antusias menanam sayur dan memanennya baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual.
Plt Lurah bausasran, Diah Kristiani, mengungkapkan pandemi covid-19 tidak menghentikan kegiatan warga untuk bercocok tanam. Beberapa waktu lalu warga telah memanen cukup banyak sayuran dari hasil bercocok tanamnya ini. “Masih tetap produksi meski pandemi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan di Kelurahan Bausasran setidaknya terdapat enam kelompok tani. Mereka memanfaatkan sempitnya lahan di perkotaan untuk menanam sayuran, dengan berbagai media. Ada yang menggantung tanamannya di tembok, ada pula yang di lahan khusus yang telah disediakan.
Beberapa hasil produksi kampung sayur Bausasran pada masa pandemi Covid-19 ini diantaranya jahe, daun mint, golden mama, kangkung, sawi dan lainnya. “Semuanya di bulan April. Jadi selama pandemi kegiatan mengelola kampung sayur tetap berjalan,” katanya.
Menurutnya, mengelola Kampung Sayur di masa pandemi Covid-19 sangat bermanfaat. Selain menjadi upaya untuk mandiri pangan, juga turut mengurangi kerumunan di pasar. Di samping itu, bercocok tanam kata dia, juga mengurangi kejenuhan dan menambah kesibukan selama di rumah.
Ia mengungkapkan kunci untuk sukses bercocok tanam adalah menanam dengan senang hati. Menurutnya, seperti halnya manusia, tanaman juga merupakan mahluk hidup, maka tanaman juga perlu perhatian kita sebagaimana kita memperhatikan sesama manusia.
“Diberi perhatian, diajak ngobrol. Dengan begitu tanaman akan tumbuh subur. Memanfaatkan lahan sempit dan media yang ada seperti botol bekas. Asal niat dan semangat kita akan tetap menghasilkan karya yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Jogja, Sugeng Darmanto, mengatakan pada masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya mendorong masyarakat untuk menguatkan program Kampung Sayur karena akan sangat bermanfaat. “Hasilnya bisa untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan minimal keluarga sendiri,” ungkapnya.
Untuk mendukung penguatan Kampung Sayur di masyarakat, pihaknya berupaya untuk mensuplai bibit tanaman. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan beberapa instansi lain, salah satunya UGM yang telah menyiapkan sejumlah bibit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.