Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Warga bausasran sedang merawat tanaman kampung Sayur, beberapa waktu lalu. /Ist-dok warga
Harianjogja.com, JOGJA-- Pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat melemah, yang mengakibatkan daya beli pun menurun. Di tengah situasi seperti ini, kemandirian pangan terus diupayakan oleh masyarakat, salah satunya dengan kegiatan Kampung Sayur, oleh warga Kelurahan Bausasran.
Kelurahan Bausasran memang telah terkenal dengan kegiatan Kampung Sayurnya. Di kelurahan yang berlokasi di sebelah selatan Stasiun Lempuyangan ini, masyarakat begitu antusias menanam sayur dan memanennya baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual.
Plt Lurah bausasran, Diah Kristiani, mengungkapkan pandemi covid-19 tidak menghentikan kegiatan warga untuk bercocok tanam. Beberapa waktu lalu warga telah memanen cukup banyak sayuran dari hasil bercocok tanamnya ini. “Masih tetap produksi meski pandemi,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan di Kelurahan Bausasran setidaknya terdapat enam kelompok tani. Mereka memanfaatkan sempitnya lahan di perkotaan untuk menanam sayuran, dengan berbagai media. Ada yang menggantung tanamannya di tembok, ada pula yang di lahan khusus yang telah disediakan.
Beberapa hasil produksi kampung sayur Bausasran pada masa pandemi Covid-19 ini diantaranya jahe, daun mint, golden mama, kangkung, sawi dan lainnya. “Semuanya di bulan April. Jadi selama pandemi kegiatan mengelola kampung sayur tetap berjalan,” katanya.
Menurutnya, mengelola Kampung Sayur di masa pandemi Covid-19 sangat bermanfaat. Selain menjadi upaya untuk mandiri pangan, juga turut mengurangi kerumunan di pasar. Di samping itu, bercocok tanam kata dia, juga mengurangi kejenuhan dan menambah kesibukan selama di rumah.
Ia mengungkapkan kunci untuk sukses bercocok tanam adalah menanam dengan senang hati. Menurutnya, seperti halnya manusia, tanaman juga merupakan mahluk hidup, maka tanaman juga perlu perhatian kita sebagaimana kita memperhatikan sesama manusia.
“Diberi perhatian, diajak ngobrol. Dengan begitu tanaman akan tumbuh subur. Memanfaatkan lahan sempit dan media yang ada seperti botol bekas. Asal niat dan semangat kita akan tetap menghasilkan karya yang bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Jogja, Sugeng Darmanto, mengatakan pada masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya mendorong masyarakat untuk menguatkan program Kampung Sayur karena akan sangat bermanfaat. “Hasilnya bisa untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan minimal keluarga sendiri,” ungkapnya.
Untuk mendukung penguatan Kampung Sayur di masyarakat, pihaknya berupaya untuk mensuplai bibit tanaman. Dalam hal ini, pihaknya bekerja sama dengan beberapa instansi lain, salah satunya UGM yang telah menyiapkan sejumlah bibit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.