Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Pelaksanaan Salat Id di Lapangan Instiper, Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Rabu (5/6/2019).-Harian Jogja/Yogi Anugrah
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diminta untuk tetap mematuhi pelaksanaan ibadah selama menghadapi pandemi Covid-19. Pelaksanaan Solat Idulfitri misalnya diminta tetap digelar di rumah saja.
Kepala Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan mengatakan masyarakat diharapkan mematuhi Surat Edaran Menteri Agama No.6/2020 terkait panduan ibadah saat Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Hal itu bertujuan untuk memutus mata rantai penyegaran virus Corona.
"Termasuk nanti pelaksanaan Salat Idulfitri kami harapkan sebisa mungkin dilaksanakan di rumah masing-masing," kata Edhi saat menghadiri pemberian bantuan kepada ratusan fakir miskin dan GTT/PTT di Kantor Kemenag Sleman, Rabu (13/5/2020).
Menurutnya, pelaksaan solat Idulfitri secara berjamaah baik di masjid maupun lapangan masih riskan terhadap penularan virus Covid-19. Dia berharap seluruh elemen dan organisasi masyarakat bisa berpartisipasi untuk ikut memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Kemenag DIY meminta agar Kemenag di masing-masing kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan Pemkab/Pemkot melakukan pendataan rencana pelaksanaan solat id di masyarakat.
"Bagaimanapun pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Kami masih berpedoman pada SE Kemenag terkait pelaksanan ibadah selama Ramadan dan Idulfitri. Hindari berkerumun untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.
Hal senada disampikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman Sa\'ban Nuroni. Menurutnya, Kemenag sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sleman terkait kemungkinan adanya kelompok masyarakat yang melakukan solat id secara berjamaah. Kemenag, kata Sa\'ban, masih berpegang pada SE yang sudah disampaikan sebelum Ramadan.
Menurut Sa\'ban, solat Idulfitri hukumnya sunnah sehingga dilaksanakan tidak harus berjemaah di masjid atau lapangan. Dia berharap masyarakat bisa memahami dan ikut membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Ini bukan melarang ya, tapi untuk melindungi masyarakat dari risiko terpapar virus Covid-19," kata Sa\'ban.
Dari hasil rapat antara Kemenag dengan Forkopinda Sleman, lanjut Sa\'ban, jika tetap ada kelompok masyarakat yang melaksanakan solat id secara berjamaah harus ada orang yang bertanggungjawab baik takmir maupun payelenggara agar dilaksanakan protokol penanganan Covid-19 secara ketat.
"Tapi ini belum diputuskan. Sebab selentingan ada yang tetap ingin melaksanakan solat Idulfitri secara berjamaah. Kami melalui KUA akan melakukan pendekatan sedapat mungkin tidak digelar secara berjamaah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Prime Video menghadirkan teknologi AI dan VFX untuk menyinkronkan gerak bibir aktor dengan audio dubbing. Fitur ini debut di Maxton Hall.
Persija Jakarta menghadapi Java United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Shin Tae-yong mewaspadai Gustavo Almeida, mantan striker Persija.
Malioboro full pedestrian ditarget mulai 1 November. Pemda DIY masih mengatur lalu lintas, akses hotel, bongkar muat, dan wisatawan.
Data WINA menempatkan Indonesia dalam tiga besar negara dengan konsumsi mi instan terbanyak. Simak peringkat total dan konsumsi per kapita.
Empat musisi, termasuk Finneas dan Lukas Graham, mundur dari tur Ed Sheeran setelah Macklemore dikeluarkan menyusul pernyataannya soal Palestina.