Bantul Waspadai Peredaran Telur Infertil

Ilustrasi telur ayam. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
15 Mei 2020 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Maraknya penjualan telur infertil di beberapa daerah membuat Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul memperketat penjualan telur ayam ras. Selain melakukan pemantauan, DPPKP juga meminta kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional untuk mewaspadai keberadaan telur yang tak layak dikonsumsi tersebut.

“Kemungkinan beredarnya saat ini di Bantul kecil. Meski demikian, kami tetap mewaspadainya,” kata Kabid Peternakan DPPKP Bantul Joko Waluyo, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, sekilas tidak ada perbedaan yang mencolok antara telur infertil dan telur konsumsi. Namun, di suhu ruang, telur ayam infertil hanya mampu bertahan sekitar tujuh hari sedangkan untuk telur ayam konsumsi bisa bertahan hingga sekitar satu bulan.

Bagi konsumen, hal ini mungkin tidak terlalu diketahui. Akan tetapi, pedagang, lanjut Joko, sangat paham dengan perbedaan antara telur infertil dan telur konsumsi. Di samping itu, harga telur infertil biasa dijual sangat jauh di bawah harga jual telur konsumsi.

“Dari sini, pedagang juga sudah sangat paham cara membedakannya. Dan, sejauh ini, kami belum mendapati peredarannya,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, tidak hanya penjulan telur ayam ras yang kini menjadi fokus pengawasan dari DPPKP. Sejumlah kebutuhan pokok lainnya, kini terus diawasi peredarannya. Hal ini penting dilakukan jelang Lebaran 2020.

“Kami rencana pekan depan akan turun ke beberapa pasar untuk mengecek harga dan stok barang. Apakah nantinya ada lonjakan harga atau tidak,” ungkapnya.

Jika nantinya dari hasil pengecekan ditemukan adanya kekurangan stok dan kenaikan harga yang signifikan, DPPKP bersama dengan sejumlah dinas terkait dipastikan akan melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, termasuk melakukan operasi pasar.

“Nanti kami akan bergerak dengan instansi lainnya untuk pengecekan. Nanti tergantung hasilnya seperti apa? apakah diperlukan operasi pasar atau tidak?,” kata dia.

Kasi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok Disdag Bantul Zuhriyatun Nur Handayani mengungkapkan siap untuk berkoordinasi dengan DPPKP terkait antisipasi peredaran telur infertil dan  pengecekan harga serta stok barang di beberapa pasar tradisional di wilayahnya.

“Kalau laporan mengenai hal tersebut [keberadaan telur infertil] sejauh ini memang belum ada,” ucap dia.