Tenaga Medis Positif Covid-19, Puskesmas Kasihan II Tutup Dua Hari

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Mei 2020 15:22 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul menutup sementara layanan di Puksmas Kasihan II selama dua hari, Jumat-Sabtu, (15-16/5/2020). Penutupan sementara tersebut karena akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan pascaditemukannya tenaga medis puskesmas setempat yang dinyatakan positif terinfeksi Coronavirus Disease atau Covid-19.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan penyemprotan cairan disinfektan merupakan kegiatan rutin dan biasa dilakukan di puskesmas sesuai kebutuhan puskesmas agar lingkungan puskesmas steril dan aman sebagai tempat layanan kesehatan.

Selama proses penyemprotan cairan disinfektan itu, kata Sri Wahyu, layanan puskesams diliburkan sementara karena ruang yang sudah disemprot diisnfektan harus disterilkan atau dikosongkan minimal selama delapan jam, “Karena itu ada embun bekas penyemrotan yang dapat berpengaruh pada tubuh,” kata dia, saat dihubungi Jumat (15/5/2020).

“Dijadwalkan [tutup] Jumat dan Sabtu karena apa, biar aman, biar nanti Senin bisa dipakai lagi,” ujar Sri Wahyu.

Disinggung soal informasi adanya dua tenaga medis yang positif terinfeksi Covid-19 di Puskesmas Kasihan II, Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, tidak menampiknya. “Iya, maka dari itu disterilkan,” kata Oky. Ia mengatakan tenaga medis yang positif tersebut saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC).

Oky mengaku belum mengetahui pasti riwayat dua tenaga medis tersebut. Namun Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul ini memastikan tenaga medis tersebut terpapar Covid-19 bukan dari puskesmas.

“Kami masih melacak apakah dari perjalanan. Masih menelusuri, enggak bisa menyampaikan riawayatnya seperti apa,” Kata Oky. Proses penelusuran pihak-pihak yang berkontak erat dengan pasien positif Covid-19 tersebut masih terus dilakukan. Ia tidak menyebut sudah berapa orang kontak erat yang sudah menjalani rapid test.

Soal identitas tenaga medis yang positif di Puskesmas Kasihan II, Oky mengaku sudah menyampaikannya empat hari lalu. Diketahui pada 12 Mei lalu, Oky menyampaikan terjadi penambahan pasien positif per 12 Mei 2010 sebanyak enam orang. Dari enam orang tersebut tiga di antaranya dari klaster Indogrosir, satu orang dari klaster GPIB, “[Pasien] nomor 2-3 riwayat masih ditelusuri," kata Oky

Pasien yang dimaksud Oky 2-3 adalah perempuan usia 33 tahun asal Sanden dan perempuan usia 55 tahun asal Srandakan.