Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Wisma Wanagama di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Senin (18/5/2020). Rencananya wisma ini digunakan untuk karantina massal bagi warga reaktif Covid-19./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan memanfaatkan Wisma Wanagama milik UGM untuk isolasi massal. Rencananya wisma ini digunakan untuk mengarantina warga yang reaktif tes cepat (rapid test) Corona.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi sudah berkoordinasi dengan UGM untuk menggunakan Wisma Wanagama. “Rencananya Kamis [21/5/2020] akan diluncurkan secara resmi bersama-sama dengan Rektor UGM,” kata Immawan, Senin (18/5/2020).
Dia mengatakan lokasi tersebut sangat representatig. Meski berada di tengah Hutan Wanagama, fasilitas yang dimiliki wisma sangatlah baik karena dilengkapi kamar tidur, kamar mandi, hingga fasilitas olahraga. Total ada 90 kamar sehingga mampu untuk menampung warga dalam jumlah besar.
“Keuntungan lainnya, dengan lokasi di tengah hutan, suasana yang ada bisa digunakan untuk relaksasi warga yang diisolasi sehingga kondisi psikis bisa terjaga dengan baik,” katanya.
Immawan mengatakan warga yang diisolasi tidak perlu khawatir karena semua kebutuhan akan dipenuhi dari Pemkab, mulai dari logistik makanan, cuci pakaian. hingga pengecekan kesehatan. Pengoperasian Wisma Wanagama akan berpengaruh terhadap proses karantina di Rumah Sakit Umum Daerah Saptosari. “Semua akan dipusatkan di Wanagama sehingga pemantauan akan lebih mudah,” katanya.
Selanjutnya, RSUD Saptosari akan dipercepat untuk proses operasional secara penuh. “Mudah-mudahan bisa dioperasikan secepatnya sehingga bisa membantu dalam upaya penanganan corona,” kata Immawan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan lokasi karantina dicari di beberapa tempat.
Awalnya, Pemkab memilih gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia di Logandeng, Kecamatan Playen. Namun, Pemkab kemudian memilih Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) milik TNI di Kecamatan Paliyan.
Menurut dia, penggunaan Puslatpur sebenarnya mendapatkan lampu hijau. Namun, jangka waktu penggunaan tidak bisa lama karena dalam waktu dekat akan ada kegiatan pelatihan anggota TNI. “Hanya bisa digunakan satu bulan sehingga mencari lokasi lain, yakni Wisma Wanagama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.