Diperkirakan 6.000 Pendatang Masuk ke Bantul saat Lebaran

Poster kampanye jangan mudik. - Istimewa
19 Mei 2020 13:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Jumlah pendatang dari luar DIY yang masuk ke Bantul terus meningkat jelang Lebaran 2020. Diperkirakan hingga hari H ada sebanyak 6.000 pendatang masuk ke wilayah Bantul.

“Kemungkinan mencapai angka 6.000. Sebab, kami melihat peningkatan terus terjadi setiap harinya,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul Fenty Yusdayati, Selasa (19/5/2020).

Fenty mencatat, setiap harinya minimal ada peningkatan jumlah pendatang sebanyak 100 hingga 200 pendatang ke wilayahnya. Hal ini diperlihatkan dengan adanya peningkatan jumlah pendatang dari hari ke hari. Jika pada Minggu (17/5/2020) ada sebanyak 5.300 pendatang, jumlah ini meningkat menjadi sebanyak 5.550 pendatang hingga Selasa (19/5/2020) pagi.

“Dari jumlah tersebut, pendatang terbanyak ada pergeseran. Jika sebelumnya [pendatang terbanyak] di Kecamatan Imogiri, saat ini di Kecamatan Kasihan dengan total sebanyak 661 pendatang,” terang Fenty.

Di sisi lain, peningkatan jumlah pendatang ini diakui olehnya dibayangi dengan peningkatan kasus Covid-19 yang menunjukkan kurva menuju puncak. Ada 258 PDP itu tersebar di seluruh kecamatan di Bantul.

Selain PDP, tercatat jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 53 orang dan sebanyak 16 di antara mereka berhasil sembuh dan dua lainnya meninggal dunia.Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga Senin (18/5/2020) tercatat sebanyak 874 orang.

“Dengan kondisi ini memang cukup menjadi perhatian bersama,” terang Fenty.

Atas dasar inilah, Fenty berharap agar tidak ada pelonggaran mengenai protokol kesehatan di wilayahnya. Sebab, kata dia, hampir semua kecamatan di Bantul saat ini kedatangan pemudik. Di sisi lain, adanya kebijakan dari Pemda DIY yang kini bersiap menghadapi kondisi new normal seperti yang digaungkan pemerintah Pusat juga, diharapkannya, bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada di Bantul.

“Namun, keputusan tersebut tergantung kepada Bupati. Apakah, masa tanggap darurat yang akan selesai pada 29 Mei ini akan diperpanjang,” ucap Fenty.