Hadapi New Normal, Wisata di Kaliurang Mulai Bebenah

Kendaraan mengantre masuk ke dalam kawasan wisata Kaliurang, Sleman, Kamis (6/6/2019).-Harian Jogja - Yogi Anugrah.
22 Mei 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Wisata Kaliurang disiapkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman untuk menerima wisatawan jika implementasi New Normal Pariwisata diterapkan di DIY.

Saat ini, Dispar masih terus menggodok standar operasional prosedur (SOP) pengelola wisata saat menerima wisatawan di sela-sela pandemi Covid-19.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan Wisata Kaliurang disiapkan oleh Pemkab Sleman untuk menyambut implementasi New Normal Pariwisata. Selain karena dikelola oleh Pemkab Sleman, pembenahan infrastruktur di Wisata Kaliurang terus dilakukan.

"Pembenahan minimalis seperti penempatan westafel dan tempat hand sanitizer sudah dilakukan. Kami juga membenahi Gardu Pandang Merapi yang saat ini sudah lebih baik digunakan oleh wisatawan," kata Ningsih sapaan akrabnya, Jumat (22/5/2020).

Meskipun secara infrastruktur sudah siap, kata Ningsih, saat ini aturan terkait managemen visitor atau bagaimana pengelola wisata menyambut wisatawan masih terus digodok bersama Dispar DIY. "Aturan ini merupakan panduan bagi pengelola wisata saat melayani wisatawan selama masa pandemi Corona," kata Ningsih.

Aturan tersebut akan dikeluarkan oleh Dispar DIY agar bisa diterapkan secara seragam dan serempak oleh kabupaten dan kota. Jadi, implementasi new normal pariwisata di wilayah DIY tidak diterapkan sendiri-sendiri. "Pemerintah selaku regulator tentu menyiapkan aturan yang harus diikuti pengelola wisata. Dalam konteks ini, nanti aturannya dikeluarkan oleh Dispar DIY," katanya.

Ningsih menyontohkan rencana penerapan new normal pariwisata di Kaliurang misalnya setiap pengunjung wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan diperiksa suhu badannya dengan termogun. Hanya pengujung yang suhu badan normal saja yang bisa masuk area wisatawan. "Jadi selain masalah infrastruktur, kami juga menyiapkan SDM di masing-masing destinasi wisata terkait rencana penerapan new normal pariwisata ini," katanya.

Misalnya, bagaimana pengelola wisata atau pelaku wisata kuliner mampu menyajikan makanannya sesuai standar protokol penanganan Covid-19. Selain itu, bagaimana para operator jip lava tour Merapi mampu meningkatkan standar pelayanan selama masa pandemi Covid-19 ini. "Bagi pengguna jip lava tour Merapi ada protokol yang harus dipatuhi. Kalau sebelumnya memuat lima orang termasuk sopir, nanti hanya tiga orang termasuk sopir," katanya.

Menurut Ningsih penerapan new normal pariwisata tersebut tetap mementingkan aspek kesehatan tidak hanya didestinasi wisata tetapi juga di sekitat destinasi wisata. Salah satu tujuannya agar roda ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak setelah terganggu akibat pandemi Corona.

"Selain Kaliurang, yang kami siapkan adalah destinasi wisata Tebing Breksi. Pembenahan infrastruktur juga terus dilakukan di Tebing Breksi. Tentu kami akan terus memantau seluruh persiapan destinasi wisata sebelum menerapkan new normal pariwisata," katanya.