Masih Banyak Pemudik Tanpa Surat Sehat Masuk DIY

Dishub DIY dan jajaran terkait melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di check point Prambanan, Sabtu (23/5/2020).Harian Jogja - Lajeng Padmaratri
23 Mei 2020 19:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Satu hari menjelang Hari Raya Idulfitri, pemudik yang tidak membawa surat kelengkapan mudik masih saja ditemui melintasi perbatasan DIY-Jawa Tengah di Kecamatan Prambanan. Saat tiba di check point Prambanan, mereka kemudian diminta putar balik jika tidak dapat menunjukkan berkas yang disyaratkan.

Kepala Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek Dinas Perhuhungan DIY Sigit Budi Raharjo saat ditemui di sela-sela pemeriksaan kendaraan di check point Prambanan pada Sabtu (23/5/2020) siang menuturkan masih ada kendaraan yang terpaksa diminta putar balik lantaran tidak dapat menunjukkan berkas seperti surat sehat atau surat bebas Covid-19.

"Kita mencoba mencegah penyebaran Covid-19. Sesuai aturan gugus tugas Covid-19 nasional, bahwa pemudik itu pada prinsipnya tidak diperkenankan. Bilamana tetap diperkenankan, maka harus ada surat keterangan dari instansi jika bertugas, serta dibekali surat sehat dari tempat dia berasal. Misal tidak ada surat dinas, harus dibekali surat dari RT/RW dari asalnya supaya ketika tiba di sini bisa berkoordinasi untuk isolasi mandiri," kata Sigit, Sabtu. 

Saat ia memantau pelaksanaan pemeriksaan kendaraan untuk shift siang saja, sudah ada 6 kendaraan yang terpaksa diminta putar balik. Sementara, untuk kendaraan yang dipersilakan melintas tercatat 64 kendaraan.

Satu hari menjelang lebaran menurutnya mulai ada peningkatan kendaraan meski belum signifikan. Ia mengimbau bagi pemudik yang ingin memasuki DIY untuk patuh pada aturan, seperti mengenakan masker dan membawa surat keterangan sehat.

Sigit mengapresiasi bagi masyarakat yang sudah patuh menggunakan masker dan membawa surat sehat selama perjalanan. Sebab, hal itu akan membuat antara pemudik dan keluarga yang didatangi di daerah merasa lebih aman dan nyaman.

Lebih lanjut, menurutnya kendaraan yang melewati check point Prambanan lebih beragam. Tak hanya dari Jawa Timur, namun juga kendaraan dari Jabodetabek yang melewati jalur tol. "Kendaraan yang lewat sini lebih beragam asalnya, juga jumlahnya lebih banyak dibandingkan pos di Tempel dan Temon," tutur Sigit.

Staf Dalops Dishub DIY, Awie Agus menambahkan per hari ini sudah tercatat 139 kendaraan yang diperiksa dengan 8 di antaranya diminta putar balik.