Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Lalu lintas di Jl. Malioboro, Jogja, pada malam Lebaran, Sabtu (23/5/2020)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Maklumat bersama tentang pelaksanaan takbir keliling yang ditiadakan dipatuhi masyarakat pada malam Lebaran, Sabtu (23/5/2020). Di sejumlah lokasi, nyaris tidak ditemukan adanya iring-iringan takbir keliling. Namun, ketiadaan takbir keliling bertolak belakang dengan situasi lalu lintas yang ramai.
Di Tugu Jogja, Jl. Malioboro, Titik Nol, Alun-Alun Selatan. dan Alun-Alun Utara, volume kendaraan cukup tinggi. Di Jl. Malioboro sempat terjadi kemacetan karena banyaknya kendaraan roda dua maupun empat yang melintas.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja, Harry Purwanto mengakui lonjakan volume kendaraan pada malam Lebaran.
“Hari ini baru terjadi, hari sebelumnya volume kendaraan tidak sebanyak ini,” kata Harry saat ditemui pada Sabtu malam di Titik Nol Jogja.
Namun, kenaikan volume kendaraan menjelang Lebaran tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya. Tahun lalu, petugas harus memberlakukan penutupan jalan di sejumlah titik, tetapi sekarang cukup dengan rekayasa lampu lalu lintas.
“Kami tambahkan durasi lampu hijau di Titik Nol sebanyak lima detik, hal itu sudah cukup mengurai kemacetan,” ujar dia.
Dishub Jogja tidak menemukan takbir keliling sampai pada pukul 21.00 WIB. “Sama sekali tidak ada, baik yang menggunakan kendaraan roda empat, maupun iring-iringan konvoi kendaraan roda dua,” ujarnya.
Harry menduga ramainya lalu lintas pada malam takbiran karena kejenuhan warga. Mayoritas toko sudah tutup, sehingga masyarakat yang keluar pada malam hari tidak bertujuan untuk belanja. “Mungkin momennya malam Minggu, selesai Ramadan, takbiran, sudah tidak ada tarawih akhirnya pada keluar,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.