Pemkab Sleman Siapkan Acara Wisata yang Libatkan Ribuan Orang

Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi. - Twitter/BPPTKG DIY
27 Mei 2020 17:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Menyongsong new normal pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman tetap menyiapkan perlehatan pariwisata berskala besar. Dispar berharap pandemi Covid-19 berakhir agar agenda besar tahunan tersebut bisa digelar.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan ketiga agenda besar pariwisata yang disiapkan itu bertema sport tourism. Meliputi Sleman Temple Run, Tour de Prambanan dan Tour de Merapi. Dia berharap even berskala nasional dan internasional itu bisa mengangkat kembali destinasi wisata di Sleman.

"Kami masih mempertahankan ketiga agenda tersebut. Kalau tidak bisa berskala internasional, kami gelar skala nasional saja dulu, sambil menunggu perkembangan pandemi Covid-19," katanya, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, ketiga agenda besar tersebut bisa melibatkan ribuan orang. Tour De Merapi, Tour de Prambanan dan Tempel Run selama ini juga mampu menarik minat peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan sejumlah negara. Dengan begitu, katanya, diharapkan gerak ekonomi masyarakat di desa-desa wisata bisa kembali bergeliat.

"Tebing Breksi rencananya akan jadi lokasi start Tempel Run. Peserta nanti akan menyusuri candi-candi yang berada di Sleman. Itu rencananya," kata Ningsih.

Menurut Ningsih, penyelenggaraan ketiga event tahunan tersebut masih menunggu perkembangan status Covid-19 di DIY. Apalagi, katanya, ada kesepakatan seluruh Dispar di DIY untuk membuka kembali pariwisata di DIY secara serentak. "Kami sudah sepakat untuk membuka destinasi wisata secara serempak. Desa wisata juga akan menggelar konsep pariwisata yang berbeda dengan sebelumnya," katanya.

Saat ini, katanya, Dispar terus menggodok standar operasional prosedur (SOP) pengelola wisata saat menerima wisatawan di sela-sela pandemi Covid-19. Sleman lanjut Ningsih, menyiapkan Wisata Kaliurang untuk implementasi New Normal Pariwisata. Selain karena dikelola oleh Pemkab Sleman, pembenahan infrastruktur di Wisata Kaliurang terus dilakukan.

Meskipun secara infrastruktur sudah siap, kata Ningsih, saat ini aturan terkait managemen visitor atau bagaimana pengelola wisata menyambut wisatawan masih terus digodok bersama Dispar DIY. "Aturan ini merupakan panduan bagi pengelola wisata saat melayani wisatawan selama masa pandemi Corona," kata Ningsih.

Aturan tersebut akan dikeluarkan oleh Dispar DIY agar bisa diterapkan secara seragam dan serempak oleh kabupaten dan kota. Misalnya, setiap pengunjung wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan diperiksa suhu badannya dengan thermogun. "SDM di masing-masing destinasi wisata juga kami siapkan," katanya.

Menurut Ningsih penerapan new normal pariwisata tersebut tetap mementingkan aspek kesehatan tidak hanya didestinasi wisata tetapi juga di sekitat destinasi wisata. Salah satu tujuannya agar roda ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak setelah terganggu akibat pandemi Corona.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengatakan destinasi Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko akan kembali beroperasi pada Juni mendatang. Operasional wisata candi tersebut tetap menerapkan protokol Covid-19.

"Saat ini kami lakukan berbagai persiapan mulai perbaikan hingga peningkatan standar kualitas pelayanan. Kami siap menjalankan pariwisata yang bersih, sehat, dan aman bagi pengunjung," kata Edy.