Advertisement
2 Pengunjung Indogrosir Kembali Dinyatakan Reaktif Rapid Test
Suasana rapid test bagi pengunjung Indogrosir yang digelar di Gor Pangukan, Sleman, Selasa (12/5/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Hari terakhir pelaksanaan rapid test tahap kedua bagi pengunjung Indogrosir selesai dilakukan. Hasilnya, hanya dua pengunjung Indogrosir yang dinyatakan reaktif seusai menjalani rapid test.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan kegiatan rapid test tahap kedua pada hari terakhir diikuti oleh puluhan ASN dan warga Sleman lainnya. Hasilnya, hanya dua pengunjung supermarket tersebut yang dinyatakan reaktif virus Corona.
Advertisement
"Jumlah ASN yang hadir 74 orang, seluruhnya non reaktif. Adapun jumlah pengunjung yang hadir 207 orang. Non reaktif 205 orang dan yang reaktif hanya dua orang," katanya, Rabu (27/5/2020).
Joko mengatakan dari sekian karyawan Indogrosir yang positif Covid-19, hanya ada satu pengunjung yang dinyatakan positif. Ia tercatat sebagai warga Mlati dan saat ini sedang dirawat di RSU PKU Gamping. Adapun lainnya, lanjut Joko, setelah mengikuti uji swab dinyatakan negatif. "Berdasarkan catatan kami, total klaster Indogrosir ini baik karyawan maupun keluarganya ada 44 orang," katanya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan tidak semua ASN mengikuti rapid test tahap kedua. Sebagian dari mereka sudah melakukan rapid test secara mandiri. "Mereka yang reaktif saat rapid test akan melakukan karantina di Asrama Haji," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sambut 143 Juta Pemudik, Kemkomdigi Luncurkan Layanan MudikPedia 2026
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Antrean 350 Meter di GT Purwomartani, Arus Dialihkan ke Prambanan
- Lonjakan Penumpang YIA Jelang Lebaran 2026 Picu Extra Flight
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
- 208 Dapur MBG DIY Dihentikan, SLHS Jadi Syarat Operasional
- Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Saat Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement







