Pakar Epidemiolog Jelaskan Angka Potensi Penularan Covid-19 di DIY

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
29 Mei 2020 22:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--RO yang dilafalkan sebagai R-nol menjadi salah satu indikator yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai syarat penerapan new normal.

RO adalah angka reproduksi (potensi penularan) penyakit Covid-19, atau metrik krusial mewakili berapa banyak orang yang rata-rata terinfeksi oleh virus.

Sedangkan Rt atau R effective adalah angka reproduksi yang terjadi setelah adanya intervensi yang dilakukan pemerintah.

Pakar epidemiologi yang juga Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Riris Andono Ahmad, mengatakan untuk data RO dan Rt pihaknya belum melakukan penghitungan. “DIY belum ada, tapi dari Gugus Tugas nasional sepertinya sudah membuat,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Berdasarkan data Rt yang dirilis sebuah lembaga analisis big data, Bonza, di DIY pada Rabu (27/5/2020) menunjukkan Rt=0,92. Dari data itu, Rt DIY menunjukkan di bawah 1 mulai Minggu (24/5/2020) dengan Rt=0,96.

Untuk diketahui Rt di bawah satu seringkali dianggap sebagai angka ideal untuk dilakukan kebijakan new normal.

Namun menurutnya, perlu hati-hati dalam menginterpretasikan data tersebut.

Menurutnya, data penemuan kasus dimodelkan untuk mengestimasi RO dan Rt, namun penemuan kasus tidak selalu merepresentasikan penularan yang terjadi di populasi. “Yang perlu dipahami adalah itu kasus yang terdiagnosis, bukan transmisi yang terjadi di populasi. Ada banyak variabal yang memengaruhi penemuan kasus,” ungkapnya.

RO kata dia, dihitung pada awal terjadinya outbreak. Di samping penemuan kasus, perlu dilihat pula pada sisi penemuan kasus apakah ada perubahan pelaksanaan atau tidak. “Misalnya ada penurunan penemuan kasus terjadi akibat libur Lebaran,” katanya.

Kendati belum melakukan penghitungan RO dan Rt, ia melihat kemungkinan hasilnya tidak akan jauh berbeda dari data yang disajikan Bonza.

Untuk menurunan angka Rt agar memenuhi kriteria new normal yakni di bawah 1, menurutya Pemda DIY bisa mengintervensi dengan penemuan kasus (penelusuran) dan karantina.

Doni menjelaskan rumus penghitungan RO yakni RO=p×c×d. P adalah probabilitas penularan per kontak, C adalah frekuensi kontak dan D adalah durasi infeksi. Sedangkan Rt bisa dihitung dengan formula RO-p×RO. Di mana P adalah proporsi orang yang terlindungi, bisa karena punya kekebalan atau penerapan social distancing.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan COvid-19 DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan pihaknya belum menargetkan nirkasus. Targetnya saat ini adalah memenuhi standar penanganan dan meminimalisir terjadinya kasus.

“Upaya-upaya yang akan mempengaruhi terjadinya kasus dilakukan maksimal. Kebutuhan rumah sakit kita penuhi, termasuk pemberian multivitamin dan suplemen pada PDP supaya tidak jadi positif. Dievaluasi pula mana yang telah on the track dan mana yang belum,” ungkapnya.