Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam sepekan ini, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh cenderung meningkat dan lebih banyak daripada penambahan kasus positif infeksi Corona.
Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan tren ini ini dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah penambahan kasus baru akhir-akhir ini didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG) sehingga kesembuhannya lebih cepat.
Kasus OTG cenderung lebih cepat sembuh karena orang tersebut memang tidak sakit, melainkan hanya membawa virus. Umumnya OTG juga tidak memiliki penyakit penyerta sehingga tidak memerlukan banyak perawatan untuk sembuh.
Cepat-lambatnya, kesembuhan kata dia, dipengaruhi oleh tiga hal, pertama kondisi tubuh dan imunitas pasien, kedua ada atau tidaknya penyakit lain atau komorbid, ketiga kemungkinan virulensi virus yang masuk ke dalam tubuh pasien.
Selain itu, kesembuhan pasien juga dipengaruhi oleh semakin bagusnya kualitas perawatan. “Saat ini kami juga melibatkan psikolog agar pasien tidak merasa depresi terhadap upaya penyembuhan yang sedang dijalani,” ungkapnya.
Kecepatan laboratorium dalam memperoleh hasil juga turut mempengaruhi data kesembuhan. Pasalnya, seseorang baru dinyatakan sembuh setelah hasil laboratoriumnya negatif sebanyak dua kali berturut-turut pada hari yang berbeda.
Saat ini DIY memiliki tiga laboratorium untuk menguji Covid-19, yang masing-masing memiliki kapasitas lebih dari 200 pengujian per hari. “Laboratorium sudah sangat cepat. Kalau melihat data orang yang menunggu proses masih banyak, itu lebih karena antrian di rumah sakit, penentuan diagnosa dan pengambilan swabnya,” kata dia.
Meski kasus sembuh semakin banyak dan penambahan kasus positif semakin sedikit, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Penambahan kasus masih terus terjadi, mari ikuti terus anjuran pemerintah dan taat pada protokol Kesehatan,” katanya.
Gugus Tugas Penanganan Coivd-19 DIY mengumumkan satu penambahan kasus positif Corona pada Senin (1/6/2020). Kabar baiknya, sebanyak enam kasus dinyatakan sembuh setelah hasil laboratorium negatif sebanyak dua kali berturut-turut.
Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus positih per hari adalah tiga (Sabtu, 30/5/2020), tiga (Minggu, 31/5/2020), dan satu (Senin,1/6/2020). Sementara, jumlah pasien yang sembuh dalam kurun waktu yang sama adalah sembilan, dua, dan enam.
Berty menuturkan pasien baru yang dilaporkan pada Senin ini diidentifikasi sebagai Kasus 239, laki-laki 38 tahun warga Bantul. “Riwayat kasus ini baru kembali dari Sukabumi,” ujarnya.
Adapun kasus sembuh meliputi Kasus 104, laki-laki 79 tahun warga Sleman; Kasus 156, laki-laki 25 tahun warga Bantul; Kasus 163, perempuan 48 tahun warga Kota Jogja; Kasus 223, perempuan 50 tahun warga Gunungkidul; Kasus 224, laki-laki 20 than warga Gunungkidul; dan Kasus 228, laki-laki 25 tahun warga Sleman.
Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY menjadi sebanyak 237 kasus, dengan 167 pasien telah sembuh. Sementara total hasil laboratorium negatif sebanyak 1.144 orang dan masih dalam proses sebanyak 153 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.