Penambahan Pasien Sembuh di DIY Lebih Banyak daripada Kenaikan Kasus Baru Covid-19, Ini Penyebabnya

Ilustrasi - Freepik
01 Juni 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam sepekan ini, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh cenderung meningkat dan lebih banyak daripada penambahan kasus positif infeksi Corona.

Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan tren ini ini dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah penambahan kasus baru akhir-akhir ini didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG) sehingga kesembuhannya lebih cepat.

Kasus OTG cenderung lebih cepat sembuh karena orang tersebut memang tidak sakit, melainkan hanya membawa virus. Umumnya OTG juga tidak memiliki penyakit penyerta sehingga tidak memerlukan banyak perawatan untuk sembuh.

Cepat-lambatnya, kesembuhan kata dia, dipengaruhi oleh tiga hal, pertama kondisi tubuh dan imunitas pasien, kedua ada atau tidaknya penyakit lain atau komorbid, ketiga kemungkinan virulensi virus yang masuk ke dalam tubuh pasien.

Selain itu, kesembuhan pasien juga dipengaruhi oleh semakin bagusnya kualitas perawatan. “Saat ini kami juga melibatkan psikolog agar pasien tidak merasa depresi terhadap upaya penyembuhan yang sedang dijalani,” ungkapnya.

Kecepatan laboratorium dalam memperoleh hasil juga turut mempengaruhi data kesembuhan. Pasalnya, seseorang baru dinyatakan sembuh setelah hasil laboratoriumnya negatif sebanyak dua kali berturut-turut pada hari yang berbeda.

Saat ini DIY memiliki tiga laboratorium untuk menguji Covid-19, yang masing-masing memiliki kapasitas lebih dari 200 pengujian per hari. “Laboratorium sudah sangat cepat. Kalau melihat data orang yang menunggu proses masih banyak, itu lebih karena antrian di rumah sakit, penentuan diagnosa dan pengambilan swabnya,” kata dia.

Meski kasus sembuh semakin banyak dan penambahan kasus positif semakin sedikit, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Penambahan kasus masih terus terjadi, mari ikuti terus anjuran pemerintah dan taat pada protokol Kesehatan,” katanya.

Gugus Tugas Penanganan Coivd-19 DIY mengumumkan satu penambahan kasus positif Corona pada Senin (1/6/2020). Kabar baiknya, sebanyak enam kasus dinyatakan sembuh setelah hasil laboratorium negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

Dalam tiga hari terakhir, jumlah kasus positih per hari adalah tiga (Sabtu, 30/5/2020), tiga (Minggu, 31/5/2020), dan satu (Senin,1/6/2020). Sementara, jumlah pasien yang sembuh dalam kurun waktu yang sama adalah sembilan, dua, dan enam.

Berty menuturkan pasien baru yang dilaporkan pada Senin ini diidentifikasi sebagai Kasus 239, laki-laki 38 tahun warga Bantul. “Riwayat kasus ini baru kembali dari Sukabumi,” ujarnya.

Adapun kasus sembuh meliputi Kasus 104, laki-laki 79 tahun warga Sleman; Kasus 156, laki-laki 25 tahun warga Bantul; Kasus 163, perempuan 48 tahun warga Kota Jogja; Kasus 223, perempuan 50 tahun warga Gunungkidul; Kasus 224, laki-laki 20 than warga Gunungkidul; dan Kasus 228, laki-laki 25 tahun warga Sleman.

Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY menjadi sebanyak 237 kasus, dengan 167 pasien telah sembuh. Sementara total hasil laboratorium negatif sebanyak 1.144 orang dan masih dalam proses sebanyak 153 orang.