Dibuka Lagi, Tempat Ibadah di Gunungkidul Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 04 Juni 2020 19:37 WIB
Dibuka Lagi, Tempat Ibadah di Gunungkidul Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Ilustrasi/Antara-Yusuf Nugroho

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan tempat-tempat ibadah mulai bisa digunakan untuk beribadah. Namun, ibadah berjemaah harus mematuhi aturan dalam protokol kesehatan.

“Sudah ada panduannya seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No.15/2020 tentang panduan penyelenggaraan rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19 di masa pandemi,” kata Arif saat dihubungi wartawan, Kamis (4/6/2020).

Sebelum dibuka kembali, tempat ibadah juga harus mengantongi rekomendasi dari pemerintah. Sebagai contoh, Masjid Agung mendapat rekomendasi dari Bupati Gunungkidul.  Surat keterangan dapat dicabut apabila ada penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut atau ada ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan. “Harapannya protokol kesehatan itu bisa diterapkan sehingga penularan Corona bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.

Tempat ibadah harus menyediakan tempat cuci tangan dan jemaah membawa alat ibadah sendiri dari rumah. Rumah ibadah juga harus dibersihkan dan didisinfektan secara berkala. “Yang tak kalah penting, jemaah harus terus menggunakan masker serta menjaga jarak saat beribadah.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online