Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Tingginya animo masyarakat dalam proses perekaman KTP elektronik dikhawatirkan akan menimbulkan kepadatan di loket pelayanan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil [Disdukcapil] Bantul. Disdukcapil pun menerapkan kuota pelayanan harian. Selain itu imbauan untuk perekaman KTP elektronik di kecamatan juga terus digencarkan.
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengatakan tingginya animo tersebut dipicu karena peningkatan kebutuhan KTP jelang fase kenormalan baru. Sejak dibuka kembali layanan perekaman pada Senin (2/6/2020) masih ada warga yang belum mengurus KTP elektronik. Dari 949.325 total warga Bantul, ada 721.687 yang wajib rekam KTP elektronik. Sementara itu, masih ada 2.115 orang yang belum melakukan perekaman. Jumlah tersebut, katanya terbilang masih cukup besar. Mereka adalah warga Bantul yang sudah memenuhi syarat memiliki kartu identitas.
Disdukcapil menerapkan kuota perekaman KTP elektronik sebanyak 40 orang tiap harinya. Hal tersebut, mau tidak mau harus diterapkan guna menyesuaikan pelayanan di masa pandemi. Lebih khususnya lagi, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan di loket pelayanan. Proses rekaman pun menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Warga harus cuci tangan, pakai masker dan dicek suhu tubuhnya. Kalau suhunya lebih dari 37,5 derajat celcius kita tidak bisa melayani," ujarnya, Jum\'at (5/6/2020).
Kendati sudah dibatasi dalam wujud kuota, ia tak menampik adanya potensi kerumunan. Untuk itu Ia menghimbau kepada warga agar tidak perlu jauh-jauh pergi ke Disdukcapil untuk perekaman KTP elektronik. Warga hanya perlu datang ke kecamatan.
Pelayanan di kecamatan pun juga ditingkatkan dengan penambahan alat rekam KTP, terutama di wilayah dengan populasi penduduk tinggi, seperti Kasihan, Banguntapan, Sewon, Sedayu, Dlingo dan Piyungan. "Tunggu lima menit, warga sudah bisa bawa pulang KTP," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta mendorong civitas academica meningkatkan literasi dan kompetensi pemanfaatan kecerdasan artifisial
Disdikpora DIY memanggil Kepala SMAN 1 Sentolo untuk mendalami kasus pelecehan siswa. Satpam yang terlibat telah diganti personel.
Pemkab Gunungkidul melarang pendukung calon lurah menutup jalan selama kampanye Pilur. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan.
Lima fitur aksesibilitas iPhone seperti Back Tap, AssistiveTouch, Reduce Motion, Sound Recognition, dan Background Sounds bisa membantu penggunaan sehari-hari.
Bahlil Lahadalia menyebut parliamentary threshold ideal berada di angka 5%, meski pembahasan lintas partai belum menghasilkan keputusan final.