Kontak dengan Pedagang Ikan yang Terinfeksi Corona, 250 Keluarga di Bejiharjo Gunungkidul Karantina Mandiri

Ilustrasi - Freepik
05 Juni 2020 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 250 keluarga di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, melakukan karantina mandiri karena melakukan kontak dengan pasien positif di wilayah tersebut.

Kepala Desa Bejiharjo, Yanto, mengatakan di wilayahnya ada dua orang yang dinyatakan positif terjangkiti Covid-19. Akibatnya, sedikitnya 250 keluarga menjalani isolasi mandiri. “Keduanya adalah pedagang ikan Semarang-Kota Jogja. Pada saat Lebaran keduanya pulang sehingga ada kontak dengan masyarakat sehingga harus dikarantina untuk mencegah penularan yang lebih luas,” kata Yanto, Jumat (5/6/2020).

Menurut dia, warga yang kontak dengan pasien positif telah menjalani tes cepat. Hasilnya ada belasan orang yang dinyatakan reaktif corona. “Selain isolasi mandiri, ada juga warga yang dikarantina di Wisma Wanagama,” ungkapnya.

Yanto mengakui pemerintah desa sudah mengalokasikan pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi warga yang menjalani karantina mandiri. “Yang diiisolasi tidak hanya warga, tapi ternak yang dimiliki juga disertakan,” imbuhnya.

Dia mengharapkan tidak ada warga yang positif Covid-19 setelah tes swab. “Mudah-mudahan aman dan tidak bertambah kasusnya,” kata Yanto.

Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan DPRD sudah datang ke Desa Bejiharjo untuk melihat penanganan dan penanggulangan di desa tersebut. “Di sana banyak yang melakukan karantina karena jumlahnya mencapai ratusan KK,” kata Ery.

Ia mengungkapkan virus Corona berdampak terhadap semua lini masyarakat di Gunungkidul. Salah satunya di bidang pertanian karena petani di Desa Pampang, Paliyan, yang kesulitan menjual sayur mayur dari hasil berkebun. “Harganya anjlok sehingga kami sebelum ke Bejiharjo menyempatkan diri membeli kemudian dibagikan ke warga yang menjalani isolasi,” katanya.

Sudah ada 311 warga Bejiharjo yang menjalani rapid test. Adapun hasilnya ada 12 orang yang dinyatakan reaktif sehingga harus tes swab. “Tracing terus kita lakukan. Dari jumlah warga yang reaktif ada yang dikarantina di Wisma Wanagama,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty.