Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Raja Kraton Jogja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan HB X ternyata turut memantau warga yang ramai berkumpul di Malioboro pada Sabtu (6/6/2020) malam lalu.
Malioboro dan sejumlah titik di Kota Jogja yang dipadati ribuan pesepeda pada Sabtu (6/6/2020) malam dan Minggu (7/6/2020) pagi disayangkan banyak pihak, termasuk Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Jika masyarakat tidak mau mematuhi protokol kesehatan, bukan tidak mungkin pihaknya akan menutup Malioboro.
Sri Sultan HB X menceritakan pada saat terjadi keramaian itu, ia sedang keluar dan kebetulan lewat malioboro. “Di Malioboro mereka kongko, duduk tanpa memakai masker. Saya sudah telepon Pak Heroe [Wakil Wali Kota Jogja] dan Sekda untuk menertibkan mereka yang enggak pakai masker,” ujarnya, Senin (8/6/2020).
Ia menuturkan jika terjadi penularan covid-19 di Malioboro, tracingnya akan sulit karena ada ribuan orang di situ, apalagi kemungkinan ada orang yang dari luar daerah. “Jangan sampai saya close [Malioboro]. Jangan sampai terjadi Covid kedua, itu yang harus kita hindari. Kita minta kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Selain pengunjung, ia juga meminta pelaku usaha baik pedagang kaki lima (PKL) maupun toko untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan tempat cuci tangan yang bisa digunakan pengunjung. “Kalau minggu depan masih ada akan dibubarkan. Kami akan menempuh jalan itu karena risikonya terlalu besar,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengungkapkan penutupan Malioboro bisa saja menjadi sebuah kebijakan. Tidak perlu menunggu terjadi kasus positif di malioboro, jika masyarakat tidak mau patuh sehingga diprediksi terjadi penularan, bisa langsung ditutup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.