UGM Tetap Siapkan Kuliah Tatap Muka di Masa New Normal, Ini Konsekuensinya

Iustrasi Universitas Gadjah Mada. - Istimewa/Dok. UGM
08 Juni 2020 22:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Menyambut new normal selama pandemi Covid-19, perkuliahan di Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menerapkan dua mekanisme, yaitu daring (online) dan tatap muka atau luring. Meskipun tetap ada kelas tatap muka, protokol kesehatan akan tetap dijalankan.

Rektor UGM Profesor Panut Mulyono mengatakan pada dasarnya UGM menerapkan kuliah online. Namun, perkuliahan dari fakultas tertentu harus tatap muka.

"Daya tampung ruang sudah diatur pakai rumus, sehingga nanti departemen yang akan melakukan kelas tatap muka harus mengikuti rumus itu. Protokol Covid-19 jaga jarak fisik harus diimplementasikan," kata Panut saat ditemui di RSA UGM, Senin (8/6/2020).

Dengan adanya aturan jaga jarak fisik antarmahasiswa dalam setiap kelas, ia mengakui ada konsekuensi yang menyertainya. Ruangan kelas akan semakin banyak yang dibutuhkan untuk satu studi tertentu lantaran ada pembatasan jumlah mahasiswa pada tiap kelas, termasuk juga penambahan jadwal kelasnya.

"Yang jadi persoalan kelasnya jadi banyak, jam kerjanya bisa meningkat. Apakah ada kuliah sampai malam, sedang kami persiapkan," ujarnya.

Perkuliahan daring ia anggap lebih mudah diterapkan pada mahasiswa lama. Namun, untuk mahasiswa baru, ia masih berupaya menerapkan kelas tatap muka.

"Mahasiswa baru kami masih rancang apakah klasikal [tatap muka]. Konsekuensinya kelas jadi banyak karena daya tampung diatur. Kami sedang membuat," tegasnya.

Ia mengimbau bagi mahasiswa yang hendak kembali ke kampus untuk memeriksakan diri ke Gadjah Mada Medical Center (GMC) supaya diketahui status kesehatannya, apakah harus isolasi mandiri dulu atau tidak. Mahasiswa dari luar daerah juga harus membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari daerahnya masing-masing sebagaimana disyaratkan Pemerintah Kabupaten Sleman.