Kelok 23 Gunungkidul Dilengkapi Rest Area dan 3 Gardu Pandang
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Masker/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, WONOSARI - Kelompok pemuda lintas agama dan kepercayaan tergabung dalam Gema Bhinneka Gunungkidul membagi ratusan masker kepada masyarakat. Pembagian ini sebagai salah satu upaya untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya penularan virus corona.
Sekretaris Gema Bhinneka, Martina jalesveva Eka Cahyani, mengatakan, ada ratusan masker yang dibagi ke masyarakat. Adapun titik pembagian masker dilaksanakan di area titik nol Gunungkidul dan beberapa titik lainnya. “Ini bentuk kepedulian dan partisipasi kami dalam pencegahan corona, katanya dalam keterangan pers yang diterima Harian Jogja, Selasa (10/6/2020).
Eka mengungkapkan, dalam pembagian ini masih banyak warga yang abai terhadap protokol kesehatan, salah satunya untuk memakai masker. Menurut dia, kondisi ini patut disayangkan karena mengenakan masker telah gencar disosialisasi guna pencegahan corona. “Kita mengingatkan untuk tidak abai. Salah satunya terus menggunakan masker,” katanya.
Menurut dia, pemerintah harus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan tentang protokol kesehatan mencegah corona. Ia juga meminta Pemkab Gunungkidul bersikap tegas melakukan penertiban atau pendisplinan warga untuk mengenakan masker karena sebagai bagian dalam keselamatan dan kesehatan.
“Harusnya tidak ada alasan bagi warga tidak mengenakan masker dengan alasan tidak punya,” imbuhnya.
Ketua GP Anshor Banser NU Gunungkidul, Lutfi Kharis Mahmud menambahkan, kegiatan pembagian masker tidak hanya menyasar di pusat kota. Namun juga menyasar warga di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo yang akhir-akhir ini ada kasus positif corona baru.
“Tempat-tempat ibadah kita sasar dengan menyediakan masker, sabun dan cairan pencuci lantai. Harapannya gerakan ini dapat membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan menyambut rencana new normal dan rencana dibukanya tempat ibadah,” kata Lutfi.
Ketua Anshor NU Gunungkidul ini juga mengajak semua pihak untuk berusaha keras dan tidak lengah dengan mengabaikan ketentuan yang wajib ditaati bersama. “Jangan sampai kita malah lengah dan abai. Kita bersama-sama medisiplinkan diri dan lingkungan agar penyebaran corona bisa ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Prabowo mendorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia berada di Ring of Fire dan meminta anggaran mitigasi ditambah signifikan.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Digitalisasi bansos telah menjangkau 258 daerah di 38 provinsi dengan lebih dari 4,2 juta keluarga terdaftar hingga 1 September 2026.
BTS mengakhiri tur Amerika Utara ARIRANG dengan 1,92 juta penonton dan mencetak rekor baru di SoFi Stadium.
Tujuh aplikasi edit suara Android membantu membuat audio lebih jernih untuk podcast, musik, hingga konten media sosial.