Muktamar ke-35 NU Ricuh, Kader Adu Jotos di Pintu Gerbang Ponpes Tambakberas Jombang
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta/Instagram @universitasnegeriyogyakarta
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah kampus dan sekolah memilih menyelenggarakan wisuda daring (online) di masa pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kampus tersebut berencana menggelar wisuda tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan yang lengkap. Salah satunya peserta wisuda wajib mengikuti rapid test terlebih dahulu.
Dalam Keputusan Rektor UNY Nomor 2.10/UN34/VI/2020, kampus yang dulunya bernama IKIP Yogyakarta itu menyatakan persiapannya dalam menyambut fase kenormalan baru. Ruang lingkup yang dibahas termasuk wisuda. Rencananya UNY menggelar wisuda secara tatap muka.
Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, mengatakan wisuda tatap muka masih sebatas rencana. Kampus masih menimbang situasi. Apabila situasi aman, rencana wisuda tatap muka besar kemungkinan tetap dilaksanakan. “Kami masih melihat situasi [dalam kenormalan baru]. Jika memungkinan wisuda tatap muka dengan protokol Covid - 19,” katanya, Kamis (11/6/2020) malam.
Sebelum mengikuti wisuda, mahasiswa diwajibkan mengikuti rapid test di kampus UNY atau laboratorium yang telah ditunjuk oleh kampus. Biayanya, kata Sutrisna, ditanggung oleh UNY. Apabila hasil rapid test dinyatakan reaktif, mahasiswa yang bersangkutan ditunda wisudanya dan diminta menjalankan tahap kesehatan lanjutan.
UNY menerapkan aturan cukup ketat agar wisuda tatap muka tak menjadi bumerang. Orang tua, keluarga, atau pendamping dilarang mendampingi peserta wisuda. Selama tahapan wisuda, dari mulai sebelum hingga sesudahnya, tidak diperbolehkan mengadakan kerumunan.
Salah seorang mahasiswa UNY, Riri Rahayuningsih, wisuda tatap muka di masa pandemi seperti buah simalakama. Ia dihadapkan oleh dua pilihan serba sulit. Di satu sisi, ia bersyukur bisa mengikuti wisuda tatap muka, paling tidak mengenakan toga di kampus. Sementara sisi lain dia waswas.
“Penginnya mereka [orang tua dan teman] datang. Lalu foto-foto bareng. Jadi agak merasa wisuda tatap muka ini untuk apa dan siapa? Bagiku wisuda itu bukan untuk aku, tapi buat keluargaku dan orang-orang terdekatku,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.
Kemenkes menyebut sekitar 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau. Lansia diminta mendapat perlindungan khusus.
Layanan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah sempat tertunda. ASDP mengoptimalkan kapal dan menambah armada untuk mengurai antrean.
Kimi Antonelli memenangi GP Italia 2026 di Monza setelah start dari posisi ke-19. Ini menjadi kemenangan ketujuhnya musim ini.
AS menyebut kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud. Washington juga membuka kemungkinan menghancurkan kemampuan nuklir Teheran.