Agar Dapur Tetap Ngebul, Perajin Serat Alam Kulonprogo Banting Setir Bikin Masker

Salah satu produk masker bikinan Mar Collection. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
12 Juni 2020 13:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONOPROGO—Pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian perajin serat alam di Kapanewon Sentolo, Kulonprogo. Agar dapur tetap ngebul, mereka banting setir memproduksi masker, mukena dan aksesoris lain yang lebih laku dijual.

"Sejak ada pandemi, omzet kami turun drastis, sehingga kini beralih produksi masker, mukena dan aksesoris kecil-kecil," ujar Martini, salah satu perajin serat alam, di Sentolo, Jumat (12/6/2020).

Pemilik gerai bernama Mar Collection ini mengatakan sebelum ada pandemi, dia memproduksi ratusan buah tas rajut berbahan serat alam dan benang nilon. Pembuatannya melibatkan kurang lebih 100 pekerja. Omzet produksi tas rajut Mar Collection ini terbilang cukup tinggi. Dalam sebulan bisa mencapai belasan juta rupiah dan dijual ke pedagang di Beringharjo dan Malioboro. Ada juga yang dikirim ke luar DIY.

"Tapi sekarang susah jualnya, karena pada tutup," ucap Martini.

Martini memutar otak supaya usaha yang sudah ia geluti bertahun-tahun ini bisa tetap jalan. Ia pun mulai beralih memproduksi barang-barang laik jual di tengah pandemi, seperti masker kain, mukena dan aksesori.

Usaha ini cukup membantu perekonomiannya. Masker itu dijual dengan harga Rp5.500 per buah. Saat ini, dalam satu hari permintaan masker berkisar enam lusin atau 72 lembar. Dia juga melayani pesanan sprei dan mukena sesuai selera konsumen. Ia memasarkan produknya secara daring atau reseller.

"Syukurlah cukup membantu perekonomian kami," ucapnya.

Keberhasilan Martini bangkit dari keterpurukan mendapat apresiasi Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati. Menurut Akhid, langkah Martini yang berinovasi memanfaatkan peluang di masa pademi COVID-19 perlu dicontoh UMKM lain di Kulonprogo.

"Pada masa seperti ini, semua orang, termasuk pelaku usaha kecil dituntut untuk berinovasi," kata Akhid.

Akhid menyatakan siap membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Caranya dengan mempromosikan hasil produk kerajinan mereka. Dia juga meminta pelaku kerajinan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas produk supaya dapat bertahan dan bersaing dipasaran.

Dewan, kata Akhid, juga mendesak Dinas Koperasi (Diskpo) dan UKM Kulonprogo mendampingi pelaku UKM dalam persoalan permodalan pada masa sulit seperti ini. Diskop diharapkan bisa membantu program relaksasi kepada perbankan, supaya pelaku UKM yang memiliki kredit diperbankan bisa dijadwalkan pembayarannya.

Diskop perlu mendata pelaku UKM yang kesulitan keuangan dan permodalan, khususnya tunggakan diperbankan supaya bisa dijadwal ulang selama pandemi Covid-19.