WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Klaster bakul ikan masih mendominasi penambahan pasien baru Covid-19 di DIY yang dilaporkan Minggu (14/6/2020).
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan lima penambahan kasus positif pada Minggu (14/6/2020). Empat dari lima penambahan tersebut adalah warga Gunungkidul, yang termasuk dalam klaster pemasok ikan.
Juru bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan penambahan kasus meliputi Kasus 267, laki-laki 40 tahun warga Gunungkidul; Kasus 268, laki-laki 54 tahun warga Gunungkidul; Kasus 269, laki-laki 39 tahun warga Gunungkidul; Kasus 270, laki-laki 53 tahun warga Gunungkidul; dan Kasus 271, perempuan empat tahyn warga Bantul.
"Kasus 267 sampai 270 adalah hasil tracing Dinas Kesehatan Gunungkidul pada kasus pemasok ikan. Sedangkan Kasus 271 memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi. Saat ini kontaknya sedang ditracing oleh Dinas Kesehatan Bantul," ujarnya.
Laporan penambahan kasus merupakan hasil pemeriksaan laboratorium pada 286 sampel dari 227 orang. Dengan penambahan ini maka total kasus positif di DIY menjadi sebanyak 269 kasus, dengan 210 kasus telah sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sebanyak 55% dapur MBG telah bersertifikat higienis. Ribuan lainnya masih proses, sementara 1.152 dapur sempat disetop sementara.
SPMB Sleman 2026 hanya membuka jalur afirmasi untuk pemegang KKM. Simak pembagian kuota dan syarat lengkapnya
BTS akan konser di Jakarta Desember 2026. Simak jadwal, harga tiket, dan cara beli presale hingga general sale.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.