Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas PariwisaTa Gunungkidul memastikan ada lebih dari 1.000 orang yang diminta pulang saat akan masuk ke sejumlah destinasi wisata. Penghalauan dilakukan karena hingga sekarang belum ada kebijakan pembukaan objek wisata akibat pandmei Covid-19.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, upaya penghadangan terhadap calon pengunjung terlihat sejak Minggu (14/5/2020). Warga bersama-sama dengan petugas jaga Tempat Pemungutan Retribusi dan anggota TNI-Polri meminta kepada wisatawan yang akan masuk ke kawasan wisata untuk pulang ke daerah masing-masing.
"Ada penjagaaan di Pos TPR seperti Wediombo, Ngrenehan, Tepus, Nglanggeran, Baron dan JJLS. Di tempat ini banyak pengunjung yang diminta balik arah," kata Hary.
Untuk jumlah yang diminta pulang, Hary mengakui belum semua pos melaporkan. Meski demikian, ia memastikan lebih dari 1.000 orang.
"Hingga sore belum semua masuk. Tapi, contohnya di pos JJLS ada 800an orang yang diminta pulang," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.
Pemkab Klaten menargetkan Geopark Bayat ditetapkan 2027. Proses KCAG, sport tourism, dan geoheritage jadi modal utama pengembangan.
Warga Karangmiri Giwangan manfaatkan saluran irigasi untuk budidaya ikan berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah organik.
Google Indonesia merilis Doodle bertema dangdut di Hari Musik Dunia 2026, lengkap fitur AI dan lonjakan tren pencarian musik lokal.
Pemkab Sleman belum keluarkan edaran resmi efisiensi BBM mobil dinas, namun OPD diminta melakukan penghematan secara mandiri.