Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas PariwisaTa Gunungkidul memastikan ada lebih dari 1.000 orang yang diminta pulang saat akan masuk ke sejumlah destinasi wisata. Penghalauan dilakukan karena hingga sekarang belum ada kebijakan pembukaan objek wisata akibat pandmei Covid-19.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, upaya penghadangan terhadap calon pengunjung terlihat sejak Minggu (14/5/2020). Warga bersama-sama dengan petugas jaga Tempat Pemungutan Retribusi dan anggota TNI-Polri meminta kepada wisatawan yang akan masuk ke kawasan wisata untuk pulang ke daerah masing-masing.
"Ada penjagaaan di Pos TPR seperti Wediombo, Ngrenehan, Tepus, Nglanggeran, Baron dan JJLS. Di tempat ini banyak pengunjung yang diminta balik arah," kata Hary.
Untuk jumlah yang diminta pulang, Hary mengakui belum semua pos melaporkan. Meski demikian, ia memastikan lebih dari 1.000 orang.
"Hingga sore belum semua masuk. Tapi, contohnya di pos JJLS ada 800an orang yang diminta pulang," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
BNPB mengirim bantuan logistik lewat jalur laut ke Pulau Palue, Sikka, untuk menjangkau korban gempa NTT yang terkendala akses geografis.
Shayne Pattynama kembali ke Persija setelah membela Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 dan siap bekerja keras di bawah Shin Tae-yong.
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel mengungkap rumitnya proses rekrutmen pemain di Indonesia yang banyak mengandalkan jaringan dan video agen.