Angka Positivity Rate Corona Masih Tinggi, DIY Belum Layak Tempuh New Normal

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Juni 2020 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Angka positivity rate Corona (rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes Corona dengan total jumlah tes) di DIY masih di angka 8,1% pada 25 Mei hingga 7 Juni. Padahal, syarat untuk memulai new normal salah satunya adalah positivity rate di bawah 5%.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY akan melakukan tracing untuk menekan angka ini.

Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan pihaknya akan terus mentracing sejumlah klaster di DIY. "Kami perluas tes yang dilakikan baik rapid maupun swab. Dari hasil tes kami bisa lakukan tracing," katanya.

Kendati demikian, ia melihat penularan Covid-19 di DIY kebanyakan adalah kasus impor, seperti klaster pemasok ikan dan klaster Polda. "Untuk yang di DIY sendiri kami antisipasi dengan rapid tes masal ke mana-mana, dengan sampel-sampel," ujarnya.

Kapasitas laboratorium dalam menguji sampel kata dia, sebenarnya tidak masalah. Namun, ia mengakui petugas swab memang terbatas.

Pihaknya sampai saat ini belum merencanakan swab masal. "Kami masih lakukan rapid dulu, jika reaktif baru diswab," ungkapnya.

Untuk pelaksanaan new normal, meski telah memasuki pertengahan Juni, ia masih akan melihat perkembangan kondisi baik kasus positif maupun perilaku masyarakat sampai setengah bulan ke depan untuk memutuskan kapan pelaksanaan new normal.

"Dilihat dulu seperti apa setengah bulan ke depan. Tapi yang paling penting adalah masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kalau tidak ya tidak mungkin kita lepas [new normal] pada Juli," kata dia.