UTBK Bakal Digelar di Tengah Pandemi Covid-19, Seperti Ini Aturannya

Ilustrasi ujian masuk PTN. - JIBI
15 Juni 2020 02:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pendaftaran Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) sebagai syarat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih berlangsung hingga 20 Juni. Ada potensi peserta tes datang dari luar daerah, namun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak mewajibkan peserta untuk membawa surat bebas Covid-19 saat tes pada 5-12 Juli mendatang.

Wakil Ketua II Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Sutrisna Wibawa menuturkan pelaksanaan tes harus sesuai protokol pencegahan Covid-19, seperti mewajibkan peserta menggunakan masker, menyiapkan wastafel untuk cuci tangan dengan sabun, serta pengaturan jarak peserta saat tes di ruangan. Selain itu, PTN juga diminta untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di tiap daerah terkait pelaksanaan tes.

Empat kampus di DIY menjadi lokasi UTBK, yaitu UGM, UNY, UPNVY, dan ISI. Nantinya, sebelum menjalani tes, peserta harus dicek suhu badannya oleh petugas. Apabila melebihi 38 derajat celcius maka tidak diperkenankan masuk.

Terkait potensi peserta tes datang dari luar daerah, Sutrisna telah menyarankan peserta untuk memilih lokasi tes yang masih berada di dalam wilayahnya masing-masing. "Kami sudah menyarankan ambil [lokasi tes] di kota masing-masing. Kalau bisa, tidak ambil kota lain," kata Sutrisna ketika dihubungi pada Minggu (14/6/2020).

Terkait apakah peserta diharuskan membawa surat bebas Covid-19, LTMPT tidak mensyaratkannya, melainkan mengembalikan kebijakannya ke PTN masing-masing yang menjadi lokasi tes. Sebagai Rektor UNY, dirinya juga tidak mensyaratkan peserta membawa hasil rapid test maupun surat sehat bebas Covid-19. "Enggak, ikuti protokol aja," ujarnya.

Sementara itu, di UPNVY juga sudah mempersiapkan diri untuk pelaksanaan UTBK pada Juli mendatang. Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UPNVY, Hendro Wijanarko menuturkan berbagai sarana ujian seperti komputer dan ruangan mulai dipersiapkan sesuai standar yang ditentukan LTMPT.

Menurutnya, pelaksanaan UTBK terdapat perubahan pada pengaturan ruangan karena jarak antar pesertanya dibatasi. "Ruang ujian kapasitasnya dikurangi separuhnya, sehingga ruangan yang sebelumnya diatur untuk 20 peserta menjadi 10 orang per ruang ujian," katanya.

Kampus ini juga telah mengagendakan sosialisasi protokol kesehatan kepada para seluruh pengawas UTBK yang melibatkan unsur dosen dan tenaga kependidikan.

“Bukan hanya peserta, dan pengawas ataupun panitia, kita juga mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 kepada Petugas Keamanan dan Pegawai di lingkungan kampus agar pada penyelenggaraannya semua mematuhi standar yang ditentukan pusat [LTMPT],” ucapnya.