UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Wisatawan asing melintas di lereng Gunung Merapi wilayah Kaliadem, Cangkringan, Sleman, setelah terjadi erupsi, Selasa (3/3/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-- Gunung Merapi mengalami erupsi dua kali pada Minggu (21/6/2020), namun tidak ada kepanikan dari warga yang beraktivitas di lereng Merapi. Apalagi, tidak terjadi hujan abu di sisi Selatan Merapi.
Salah seorang tokoh masyarakat di Kepuharjo, Heri Suprapto menjelaskan erupsi Merapi terjadi begitu saja. Sama dengan erupsi sebelumnya, warga tidak panik namun tetap waspada.
Bahkan, lanjut Heri, aktivitas warga termasuk kegiatan pariwisata di lokasi tersebut masih berjalan seperti biasa. "Pariwisata dan penambahan tetap berjalan. Kegiatan masyarakat juga berjalan seperti biasanya," kata Heri kepada Harianjogja.com, Minggu.
Baca juga: Hari Ini, Merapi Erupsi Bertepatan dengan Ultah Jokowi hingga Ramalan Kiamat
Meskipun terjadi dua kali erupsi, lanjut dia, warga di sisi Selatan lereng Merapi juga tidak merasakan adanya hujan abu. Dijelaskan Heri, sebelum erupsi terjadi tidak ada hal-hal yang mengejutkan yang dirasakan warga. Kondisi cuaca dan suasana di lereng Merapi juga tidak jauh berbeda sebelum erupsi terjadi.
"Mboten mas, sami mawon hawanipon (enggak mas, sama saja cuacanya)," kata Heri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan berdasarkan pantauan yang dilakukan tim di sejumlah lokasi di lereng Merapi tidak ada laporan adanya hujan abu di wilayah Sleman. "Pantauan hujan abu sampai pukul 11.00 siang, baik di Kecamatan Turi, Pakem dan Cangkringan tidak ada laporan hujan abu," kata Makwan.
Baca juga: Ini Video Detik-Detik Gunung Merapi Erupsi Minggu Pagi
BPBD Sleman, kata Makwan terus melakukan pemantauan situasi kondisi wilayah pasca erupsi. "Kami tetap sampaikan himbauan agar warga untuk tetap tenang dan tidak panik dan antisipasi abu vulkanik," katanya.
Terpisah, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan erupsi Merapi pada Minggu (21/6/2020) terjadi sebanyak dua kali. Erupsi pertama pukul 09.13 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dgn amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik. Teramati tinggi kolom erupsi ± 6.000 meter dari puncak. "Arah angin saat erupsi ke barat. Hingga saat ini yang melaporkan hujan abu di wilayah Srumbung, Ngepos [Magelang]," kata Hanik.
Sementara erupsi kedua terjadi pada pukul 9.27 WIB dgn amplitudo 75 mm dan durasi 100 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati karena kondisi di wilayah Merapi tertutup awan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Jarak bahaya dalam radius 3 km dari puncak. "Nanti akan kami informasikan kembali," katanya.
Baca juga: Arah Angin ke Barat, Hujan Abu Merapi Terjadi hingga Muntilan Magelang
Setelah ditetapkan status waspada pada 21 Mei 2018 lalu, Merapi sudah mengalami erupsi beberapa kali. BPPTKG mengatakan jika potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Oleh karenanya, area dalam radius 3 km dari puncak Merapi tidak diperbolehkan ada aktivitas manusia.
Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif. Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Merapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
File penting terhapus di laptop? Simak cara mengembalikan file di Windows dan Mac menggunakan Undo, Recycle Bin atau Trash, hingga aplikasi pemulihan data.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
PSIM Jogja ditahan Persita 1-1 pada laga HUT ke-97 klub. Van Gastel menyoroti passing dan gol mudah yang membuat Laskar Mataram gagal menang.
Logo BMW sering dianggap sebagai baling-baling pesawat. Simak sejarah logo BMW, makna warna biru-putih, dan bagaimana mitos tersebut muncul.
Rehan/Melati kalah dua gim langsung dari pasangan China pada debut Indonesia Masters 2026. Simak evaluasi dan masa depan pasangan baru Indonesia tersebut.