Dikategorikan Daerah dengan Kasus DBD Tinggi, Ini Data Demam Berdarah di DIY

Ilustrasi - Pixabay
23 Juni 2020 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kasus DBD di DIY cukup tinggi pada 2020. Sampai Mei, total kasus DBD sudah sebanyak 2.714 kasus, dengan lima kasus diantaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendaloan Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Berty Murtiningsih, menuturkan DBD memiliki siklus puncak setiap 4-5 tahunan. "Memang untuk tahun ini kemungkinan adalah puncak siklus, setelah terjadi puncak kasus pada 2016 lalu," ujarnya, Selasa (23/6/2020).

Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. Hingga Mei, kasus DBD di tiap wilayah yakni di Kota Jogja sebanyak 235 kasus, Bantul 859 kasus, Kulonprogo 177 kasus, Gunungkidul 857 kasus dengan empat kasus meninggal dan Sleman 586 kasus dengan satu meninggal.

Sementara jika dilihat dari perkembangan kasus setiap bulan, Maret merupakan bulan dengan kasus tertinggi. Pada Januari, kasus DBD sebanyak 482 kasus, Februari 678 kasus, Maret 706 kasus, April 534 kasus dan Mei 337 kasus.

Adapun kasus DBD pada tahun lalu totalnya sebanyak 3.399 kasus dengan tujuh kasus diantaranya meninggal. Beberapa faktor yang mempengaruhi siklus DBD diantaranya mobilitas penduduk, kondisi geografis serta iklim.

BACA JUGA: Inisiatif Periksa Sendiri, Tiga Warga Sleman Terinfeksi Corona

Untuk menekan kasus DBD kata dia, sesuai pedoman Kementerian Kesehatan tentang pencegahan dan penanggulangan DBD, pemerintah mengintervensi dengan melakukan upaya preventif dan promotif. "Artinya peran masyarakat dalam pelaksanaan PSN [pemberantasan sarang nyamuk] tetap dioptimalkan," ujarnya.

Untuk diketahui Kementerian Kesehatan memasukkan DIY sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan tingkat kasus DBD tinggi. Hingga Juni ini Kemenkes mencatat 68.000 kasus demam berdarah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Provinsi lain dengan tingkat kasus DBD tinggi yakni Jawa Barat, Lampung, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Pemerintah mengimbau agar masyarakat mewaspadai adanya infeksi ganda Covid-19 dan demam berdarah dengue.