Ada Pandemi, Lelang 6 Paket Proyek Infrastruktur di Bantul Tetap Jalan

Ilustrasi. - Freepik
25 Juni 2020 07:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Bantul memastikan lelang tender enam paket proyek infrastruktur bernilai Rp14 miliar tetap berjalan.

Adapun enam paket proyek infrastruktur yang tetap berjalan tersebut adalah pengadan ambulans senilai Rp955,8 juta, pembangunan gedung instalasi gawat darurat di RSUD Panembahan Senopati senilai Rp9,7 miliar, mesin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) senilai Rp739, 6 juta, penambahan ruangan Puskesmas Kretek senilai Rp999,9 juta, bantuan dana lingkungan (BDL) senilai Rp647,6 juta dan bantuan dana rumah (BDR) senilai Rp958,5 juta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis, Rabu (24/6/2020) mengatakan, keenam paket proyek infrastruktur kini telah dalam proses lelang dan diumumkan melalui laman Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pemkab setempat.

Sebab, meski berada di tengah kondisi pandemi Covid-19, lelang tersebut harus tetap berjalan, kendati beberapa waktu lalu Pemkab Bantul memiliki kewajiban refocusing APBD 2020.

“Proyek tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dari BNPB [Badan Nasional Penanggulangan Bencana],” kata Helmi.

Oleh karena itu, pengadaaan keenam paket proyek ini, menurut dia, juga tidak bertentangan dengan surat edaran yang dikeluarkannya pada 8 April lalu. Di mana pada SE No.028/01694/BKAD tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemkab Bantul yang ditandatangani oleh Helmi disebutkan jika semua proses pengadaan barang/jasa harus dihentikan.

“Kecuali, kegiatan yang bersumber dari DAK fisik untuk kesehatan dan pendidikan, dana keistimewaan serta kegiatan penanganan Covid-19,” terang Helmi.

Selain itu, diakui Helmi, jika pengadaan barang/jasa bisa dilanjutkan jika telah sampai pada tahapan penandatanganan kontrak. Dalam surat tersebut, dijelaskannya, jika pengadaan barang/jasa bisa dilakukan untuk kebutuhan mendesak usai mendapatkan persetujuan dari dirinya selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Untuk posisi paket proyek tersebut saat ini ada yang dalam proses penawaran, ada juga yang aanwijzing [proses pertemuan untuk menjelaskan seluk beluk pekerjaan sebuah tender atau proyek],” ungkap Helmi.

Terpisah Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo membenarkan jika lelang tender enam paket proyek infrastruktur bernilai Rp14 miliar tetap berjalan. Sejauh ini, keenam paket yang kini dilelangkan tersebut, sudah sesuai dengan aturan yang ada.

“Memang menggunakan DAK. Dan telah kami cek, ini sesuai dengan edaran yang sebelumnya dibuat, bahwa proyek yang saat ini dilelang bersumber dari DAK fisik untuk kesehatan dan pendidikan,” ucap Hanung.