Gelar Simulasi New Normal, Pulepayung Siap Sambut Wisatawan

Simulasi pembukaan destinasi wisata dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di objek wisata Pulepayung, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kamis (26/6/2020)./Harian Jogja - Catur Dwi Janati
25 Juni 2020 20:12 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjelang penerapan era baru di sektor wisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo bersama Dispar DIY menggelar simulasi dan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di objek wisata Pulepayung, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kamis (25/6/2020). Secara umum, objek wisata ini siap menerima kunjungan wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kulonprogo, Bambang Tri Budi, menyatakan saat ini jajarannya tengah menyiapkan regulasi tentang tatanan baru di sektor pariwisata. "Kami membuat pedoman tatanan normal baru yang di dalamnya ada standar operasional prosedur (SOP) yang dijadikan acuan untuk semua komponen pariwisata," kata Bambang. Komponen pariwisata itu meliputi hotel, restoran dan destinasi wisata.

Bambang mengatakan sebelum objek wisata dibuka, maka harus dilakukan uji coba. "Hari ini [kemarin] dilakukan simulasi untuk mengetahui sejauh mana kesiapan pengelola, baik dari sisi sarana dan prasarana sekaligus kesiapan pengelola," kata Bambang.

Dijelaskan Bambang, untuk menuju era normal baru perlu adanya kesiapan, tidak hanya dari pengelola tetapi juga masyarakat. "Masyarakat terus kami edukasi untuk memahami protokol kesehatan dalam rangka penerapan new normal," ujarnya. Setelah simulasi digelar, selanjutnya dilakukan evaluasi dan diteruskan dengan tahap uji coba. "Setelah tahap uji coba ada pendampingan dan evaluasi sampai sejauh mana pelaksanaan SOP tentang protokol kesehatan," ujarnya.

Pengelola Pulepayung, Eko Purwanto, menyatakan sebagai salah satu upaya penerapan protokol kesehatan, jajarannya membatasi jumlah pengunjung. Jika sebelum adanya pandemi Corona jumlah pengunjung Pulepayung rata-rata mencapai 2.000 orang sehari, saat penerapan new normal jumlahnya dibatasi hingga 50%. "Kami membatasi jumlah pengunjung 500 sampai 600 wisatawan per hari," katanya.

Menurut Eko, meski kapasitas dikurangi, jumlah tersebut dinilai masih menguntungkan dan protokol kesehatan bisa dilaksanakan secara maksimal. "Dengan jumlah pengunjung 500 hingga 600 wisatawan, biaya operasional kami juga masih bia tercukupi," ujarnya.

Selain pengurangan jumlah pengunjung, pengelola, menurut Eko, juga membatasi pengunjung di sejumlah spot, salah satunya di spot angkasa yang selama ini menjadi lokasi favorit untuk berfoto. Jumlah kunjungan di lokasi foto dengan latar belakang panorama Pegunungan Menoreh, Waduk Sermo, dan Yogyakarta International Airport (YIA) itu kini dibatasi maksimal 30 orang untuk satu waktu. Padahal sebelumnya spot ini bisa dikunjungi 80 hingga 100 wisatawan dalam satu waktu yang sama. "Kami juga membatasi waktu, jika biasanya wisatawan bisa bersantai sepuasnya, kini maksimal hanya 10 menit," terang Eko.

Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo, mengatakan jajarannya menyiapkan aplikasi reservasi. Aplikasi berbentuk Code QR tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan pengunjung di suatu objek wisata. "Jangan sampai terjadi penumpukan jumlah wisatawan dan harus diperhitungkan batasan waktunya, jadinya operasional tidak seperti dulu," kata Wardoyo.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana, yang memantau langsung simulasi menilai pemahaman pengelola objek wisata Pulepayung terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 cukup baik. "Semoga simulasi ini berjalan lancar karena sebagai percontohan untuk tempat wisata lain," katanya.