Cegah Penularan Covid-19, DPC PDIP Jogja Bagikan Face Shield untuk Pedagang Pasar

Pedagang pasar mendapat bantuan pelindung wajah atau face shield dari PDIP Kota Jogja, Minggu (28/6 - 2020)./Ist
28 Juni 2020 19:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Masa tanggap darurat Covid-19 di DIY diperpanjang hingga 31 Juli 2020. Kebijakan pemerintah DIY ini membutuhkan disiplin masyarakat agar langkah pencegahan dan penanganan penyakit menular baru bisa optimal.

Sesuai data dari posko terpadu hingga Jumat (26/6/2020) di DIY tercatat ada 1827 pasien dalam pengawasn (PDP) dengan 56 orang tengah dalam perawatan. Ada 302 pasien positif dan 252 orang dinyatakan sembuh dan 8 orang meninggal.

Masih ada 120 orang yang masih dalam proses dengan 24 orang meninggal dan 1405 dinyatakan negatif Covid-19. Sementara total data orang dalam pengawasan (ODP) ada 7512.

Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dari semua pihak termasuk disiplin semua pihak jalankan protokol kesehatan, terutama di keramaian seperti pasar tradisional.

"Di pasar, di pusat keramaian adalah titik rawan penularan Covid-19. Sejumlah pasar di DIY harus ditutup sementara waktu setelah ditemukan laporan kasus pasien positif, ini harus diantisipasi dengan disiplin jalankan protokol kesehatan," kata Eko Suwanto, Minggu (28/6/2020).

Berkaitan dengan adanya perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 tersebut PDI Perjuangan Kota Yogyakarta kembali bergerak melakukan bakti peduli dan berbagi alat pelindung diri berupa masker dan faceshield untuk para pedagang pasar di Beringharjo.

"Sesuai komitmen sejak awal pandemi, PDI Perjuangan aktif bergerak lakukan edukasi dan aksi nyata, berbagi APD untuk pedagang pasar," kata Eko Suwanto yang juga Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan..

Kegiatan aksi peduli dan berbagi APD di pasar Beringharjo bagi pedagang pasar di sisi timur diikuti juga dengan penyemprotan disinfektan. Susanto Dwi Antoro, Ketua Gugus Tugas Lawan Covid-19 DPC PDI Perjuangan Yogyakarta menjelaskan langkah berbagi APD dan penyemprotan desinfektan telah dilakukan secara berkala ke sejumlah fasilitas publik.

"Gugus Tugas Lawan Covid-19 DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta selalu hadir bantu agar pedagang bisa selalu sehat, face shield dan masker semoga bisa melindungi pedagang yang banyak interaksi dengan beragam konsumen," kata Susanto Dwi Antoro, Ketua Gugus Tugas Lawan Covid-19, DPC PDI Perjuangan Yogyakarta.

Selama masa perpanjangan tanggap darurat, PDI Perjuangan secara rutin melakukan penyemprotan dan membagikan face shield di 30 pasar tradisional secara bertahap. Langkah ini dijalankan sebagai wujud kehadiran partai ditengah tengah rakyat.

"Pasar tradisional menjadi penting dimana sejatinya roh pergerakan ekonomi kota Yogyakarta ada disana, kemudian selain pasar tradisional sasaran lainnya adalah Terminal Giwangan, Stasiun Tugu dan Lempuyangan juga titik destinasi wisata yang ada di 17 kampung wisata dan lainnya," kata Susanto Dwi Antoro.

Endro Sulaksono, Sekretaris Gugus Tugas Lawan Covid-19 DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menambahkan kegiatan aksi peduli dan berbagi APD dimulai pukul 10.00 WIB dan penyemprotan pada pukul 14.00.

Sejumlah pedagang yang mendapatkan masker dan face shield menyatakan rasa terima kasih atas kepedulian PDI Perjuangan yang berikan perhatian kepada pedagang pasar.

"Pedagang kita ingatkan agar selalu jalankan protokol kesehatan. Semoga pedagang pasar bisa terlindungi keselamatan dan tetap sehat," kata Endro Sulaksono.

Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menambahkan guna memastikan kesehatan, bagi mereka yang beresiko terpapar, pemerintah diminta untuk lebih banyak lakukan rapid test. Agar dengan data yang valid, bisa diambil tindakan respon yang tepat.

"Pemda harus terus intensifkan rapid test dipasar dan pusat keramaian agar upaya pencegahan Covid-19 segera tuntas," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan. (*)