Kemenparekraf Bantu Paket Balasa di Jogja

Simbolik penyerahan paket Balasa dari Direktur Wisata Pertemuan Insentif Konvensi dan Pameran Kemenparekraf Masruroh kepada Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo di Gedung Wana Bhakti Yasa, Kecamatan Umbulharjo, Senin (29/6/2020).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
29 Juni 2020 19:02 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menyambut wacana normal baru dan sebagai stimulus pemulihan perekonomian di sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendistribusikan paket bahan pokok lauk siap saji (Balasa) kepada para pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif DIY.

Direktur Wisata Pertemuan Insentif Konvensi dan Pameran Kemenparekraf Masruroh menuturkan bantuan paket Balasa ini merupakan periode kedua, lanjutan dari periode pertama yang telah terdistribusikan sebanyak 15.000 Balasa.

“Menjangkau yang pada periode pertama belum terjangkau,” ujarnya dalam seremonial penyerahan BaLaSa di Gedung Wana Bhakti Yasa, Kecamatan Umbulharjo, Senin (29/6/2020). Paket Balasa ini terdiri dari beras lima kilogram, gula pasir satu kilogram, minyak goreng dua liter, kecap manis 520 mililiter, abon ayam satu ons, kering kentang dan kering tempe 150 gram yang merupakan hasil produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jogja.

Pariwisata menjadi sektor paling terdapak dalam pandemi Covid-19 karena yang menjadi inti bisnis adalah perjalanan. Beberapa program yang telah dilakukan untuk pelaku pariwisata diantaranya webinar untuk pekerja acara, pelatihan daring berbasis kompetensi dan bantuan Balasa di sejumlah provinsi paling terdampak.

Ia berharap DIY bisa segera menjalankan normal baru karena DIY memiliki berbagai potensi wisata dan ribuan pelaku pariwisata maupun ekonomi kreatif. “Kemenparekraf juga menyiapkan protokol kesehatan untuk wisata alam, bahari dan lainnya agar bisa diterapkan di Jogja,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan sasaran bantuan paket BaLaSa sangat tepat karena industry pariwisata yang pertama terkena dampak Covid-19. “Pendataan dilakukan bersama Dinas Pariwisata DIY, tahap pertama sudah didistribusikan sebelum Lebaran,” katanya.