Advertisement

Sudah Mencuri Motor di 35 Tempat, 3 Warga Asli Sleman Ini Akhirnya Diringkus Polisi

Lajeng Padmaratri
Rabu, 01 Juli 2020 - 19:17 WIB
Bhekti Suryani
Sudah Mencuri Motor di 35 Tempat, 3 Warga Asli Sleman Ini Akhirnya Diringkus Polisi ilustrasi curanmor. - Harian Jogja/Desi Suryanto

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN - Satreskrim Polres Sleman berhasil mengungkap sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) yang beraksi sejak 2018. Para pelaku ini rupanya pernah menggasak 35 tempat untuk mencuri sepeda motor.

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah mengatakan ada tiga pelaku yang berhasil dibekuk jajaran kepolisian, yaitu BP, 26; MAH, 27; dan MSS, 27. Ketiganya warga asli Sleman. Selain tiga pelaku, polisi juga mengamankan YNR, 26, meskipun yang bersangkutan masih dalam penanganan Polres Bantul. Satu lagi pelaku masih termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan inisial RK.

"Ini satu rangkaian kejadian karena ada laporan ke Polres Sleman dan polsek jajaran. Tersangka sudah melakukan aksinya di 35 tempat," kata Deni pada Selasa (29/6/2020).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Dijelaskannya, pencurian dilakukan di wilayah pemukiman dan perkantoran pada jam rawan yaitu pagi hari dan petang hari. Sindikat ini melakukan aksinya secara bersama-sama sejak 2018.

"Mereka melakukan dengan cara bersama-sama. Ada yang mengintai target kendaraan, ada yang eksekusi, dan ada yang membawa kabur barang yang sudah ditarget. Dari keterangan tersangka aksi ini dengan cara merusak kunci kontak motor. Aksinya terhitung cepat, kurang dari lima menit," paparnya.

Sasaran kendaraan bermotor dilakukan secara acak dengan melihat situasi lingkungan yang sepi. Dari penyelidikan ini, Deni menghimpun ada 35 tempat kejadian perkara di Kabupaten Sleman, didominasi Kecamatan Depok dan Mlati. "35 TKP itu berhasil semua mengambil motor," kata Deni.

Motor hasil curian itu mereka jual kepada orang lain yang berminat di media sosial atau langsung kepada penadah di luar DIY. Harga motor yang sindikat ini jual bervariasi, mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp5 juta. Berdasarkan pengakuan pelaku, uang curian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hingga membeli minuman keras.

Deni mengimbau untuk masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor untuk melapor ke Polres Sleman atau polsek jajaran. "Juga tolong masyarakat gunakan kunci ganda, karena pelaku pencurian itu sudah pintar membobol motor. Apalagi kalau motornya ditinggal lama bisa bisa jadi sasaran empuk,” imbaunya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Profil Howard Timotius Palar, Petinggi Indomaret yang Meninggal Tertabrak Truk

News
| Kamis, 06 Oktober 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement