Pegiat Layang-Layang Tak Rekomendasikan Penggunaan Benang Senar karena Bikin Celaka

Pengurus Talikama memberikan pernyataan terkait dampak layangan yang menimbulkan kecelakaan. - Harian Jogja/Sunartono
02 Juli 2020 17:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Perkumpulan Pegiat Layang-Layang Nusantara atau dikenal dengan Talikama memberikan pernyataan resmi terkait banyak kecelakaan akibat benang layangan. Masyarakat diimbau untuk lebih hati-hati memilih benang yang digunakan untuk bermain layang-layang. Salah satunya tidak merekomendasikan penggunaan benang jenis senar karena tajam dan membahayakan.

Ketua Talikama Herdjuno Sukotjoadi menjelaskan banyaknya kecelakaan yang menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia akibat senar layangan menjadi keprihatinan organisasinya. Pihaknya melakukan kampanye safety kiting agar masyarakat lebih bijak dalam bermain layang-layang. Salah satunya pentingnya memahami penggunaan benang layangan.

"Ini menjadi keprihatinan kami selaku pegiat layang. Layangan aduan sering menyebabkan kecelakaan, kami akan berikan imbauan, supaya tidak sembarangan bermain layangan. Terutama jangan menggunakan benang senar layangan, sebaiknya benang jenis katun lebih aman," katanya Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Beredar Nama-nama Calon Menteri Baru Pemerintahan Jokowi, Ini Respons Warganet

Selama ini yang paling berdampak adalah penggunaan benang jenis senar gelasan untuk layangan. Benang jenis ini memang sering digunakan untuk layangan aduan karena tidak mudah putus. Penggunaan benang senar untuk layangan ini sebenarnya terjadi secara tradisional sejak 20 tahun terakhir.

Sekjen Talikama Anang Sarjiyanto menambahkan pemilihan benang menjadi faktor penting dalam layang-layang agar sesuai. Pemilihan dilakukan sesuai bentuk layangan mulai dari layangan tradisional, dua dimensi, tiga dimensi, train naga dan rokaku atau enam dimensi. Namun dari berbagai jenis layangan tersebut, benang jenis katun paling aman dibandingkan jenis senar. Apalagi untuk aduan penggunaan senar gelasan sangat berbahaya terutama permainan dilakukan tidak di lapangan terbuka, potensinya menimbulkan kecelakaan.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengupayakan berkirim surat ke Disperindag DIY untuk menyarankan pembatasan atau pemantauan terkait peredaran benang jenis senar untuk layangan di DIY.

"Karena senar ini sangat berbahaya, sudah ada korban juga, kami akan berkirim surat karena berkaitan dengan industri kecil, bagaimana agar diedukasi agar senar ini tidak digunakan untuk layangan," katanya.

Baca juga: Bukan Berlian, Perempuan Ini Ungkap Hadiah dari Pacar yang Bikin Ia Meleleh, Pria Wajib Baca!

Terkait adanya kegiatan layang-layang du JJLS belum lama ini, organisasinya tidak bertanggungjawab karena tidak digelar oleh Talikama. Pihaknya sangat menyarankan agar dalam bermain layangan memperhatikan protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi.

Kasubsi Pembinaan Minat Dirgantara Lanud Adisutjipto Mayor Sunarto mengatakan, saat ini layang-layang yang tergabung di Talikama sudah masuk olahraga di bawah pembinaan Binpotdirga Lanud Adisutjipto. "Sehingga harapan kami setiap permainan layang-layang terutama untuk skala besar perlu memperhatikan sisi keamanannya," ujarnya.