4 Kecamatan di Sleman Tinggalkan Zona Merah Covid-19

Ilustrasi - Pixabay
04 Juli 2020 08:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Peta epidemiologi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat tidak ada lagi zona merah Covid-19 di kabupaten tersebut.

Sebelumnya, empat kecamatan di Sleman ditetapkan sebagai zona merah karena penularan penyakit karena virus Corona yang cukup masif. Empat kecamatan tersebut adalah Gamping, Mlati, Depok, dan Ngemplak. Tiga kecamatan itu turun status menjadi zona oranye, sementara Ngemplak turun dua tingkat ke zona kuning.

Selain tiga kecamatan di atas, beberapa kecamatan yang berstatus zona oranye meliputi Kecamatan Sleman, Prambanan, Ngaglik, dan Godean. Sementara zona kuning selain Ngemplak ialah Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Berbah, Kalasan, Moyudan, Minggir, dam Seyegan.

Sementara zona hijau ada di Kecamatan Cangkringan. Wilayah ini merupakan satu-satunya kecamatan yang belum terpapar Covid-19. Pemetaan zonasi Covid-19 mengacu pada perkembangan peta epidemiologi yang dirilis Dinas Kesehatan Sleman pada 28 Juni 2020.

“Peta akan diperbaharui setiap dua pekan sekali,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Jumat (3/7/2020)

Menurut Shavitri, menurunnya status zona merah menjadi oranye ini karena sudah tidak adanya lagi transmisi lokal atau penularan covid-19 secara lanjutan, atau generasi dua dan ketiga di suatu wilayah.

“Zona merah bisa turun menjadi oranye jika dari kasus terakhir di generasi pertama tidak menularkan ke generasi berikutnya,” ujar Evie, sapaan akrabnya pada 30 Juni lalu.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan wilayah dapat ditetapkan sebagai zona merah apabila dalam satu bulan terakhir terdapat penularan setempat atau penambahan kasus dari transmisi lokal. Sementara zona oranye, adalah wilayah yang sudah tidak terjadi transmisi lokal tetapi tetap ada kasus positif dan masih aktif.