Advertisement
85% Kasus Covid-19 di Kota Jogja Saat Ini Disebabkan Impor dari Luar Daerah
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 di Kota Jogja saat didominasi kasus impor hingga 85%.
Saat ini tidak lagi muncul kasus-kasus baru pada klaster penularan COVID-19 yang teridentifikasi di Kota Yogyakarta yang mengindikasikan terputusnya penularan virus corona pada klaster tersebut, kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya
Advertisement
“Sudah bisa selesai semua dengan proses tracing yang intensif. Sampai saat ini, tidak ada lagi kasus yang muncul sebagai bagian dari klaster yang teridentifikasi ada di Kota Yogyakarta,” katanya di Yogyakarta, Rabu (8/7/2020).
Menurut dia, klaster penularan COVID-19 mampu dikendalikan dan dicegah sehingga kasus di Kota Yogyakarta tidak semakin menggurita atau meluas.
Sejumlah klaster penularan COVID-19 yang teridentifikasi di Kota Yogyakarta di antaranya, klaster supermarket, gereja dan jamaah tabligh.
Ia menjelaskan, hingga Rabu (8/7/2020), jumlah pasien positif di Kota Yogyakarta yang masih menjalani perawatan sebanyak lima orang, 34 dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.
Tri Mardaya mengatakan, kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta justru didominasi oleh kasus dengan riwayat dari luar daerah yaitu hingga 85 persen.
“Ada riwayat interaksi dengan tamu dari luar daerah atau riwayat perjalanan dari luar daerah. Seluruh kasus yang muncul pun tidak sempat ‘menggurita’ karena tracing dilakukan cepat. Semua dilacak dan ditangani,” katanya.
Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tidak bekerja seorang diri dalam melakukan proses tracing tetapi bekerja sama dengan instansi wilayah termasuk dengan TNI dan Polri untuk membantu melakukan pendekatan ke warga.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, tidak memberlakukan zona warna di wilayah kecamatan atau kelurahan di kota tersebut.
“Yogyakarta tidak memiliki wilayah yang luas. Mungkin saja luas satu kecamatan di Yogyakarta hampir sama dengan satu dusun di kabupaten lain. Jika diberi label zona warna justru sulit karena mobilitas warga pun cukup tinggi,” katanya.
Sejak pandemi, Heroe menambahkan, wilayah Kota Yogyakarta dan DIY tidak pernah sampai berada di zona merah. “Jika mendasarkan zona warna, maka saat ini Yogyakarta berada di zona kuning,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- 31 Perusahaan Diadukan Terkait THR di DIY, Baru 2 yang Sudah Bayar
- Mudik Naik Sepeda, Warga Bantul Tersasar ke Tol Purwomartani
- Sleman Tak Terapkan WFA, Pelayanan Publik Tetap Tatap Muka
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 25 Maret 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Advertisement








