Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Wajah baru Pasar Seni Gabusan yang kini berubah nama jadi Pasar Seni dan Wisata Gabusan, Minggu (22/12/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perdagangan Bantul tengah mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kenormalan baru atau new normal untuk memulai kegiatan pasar dan hiburan di Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG). Pasar seni dan wisata yang berada di Jalan Parangtritis Km.9, Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul tersebut sempat libur hampir tiga bulan karena adanya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).
Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Bantul, Zona Pramitha memastikan saat ini aktivitas jual beli dan hiburan di PSWG masih tutup, kecuali beberapa pedagang kerajinan yang masih berakivitas dan jumlahnya tidak sampai 10 orang, “Itu juga mengandalkan penjualan secara online,” kata Zona, saat dihubungi Selasa (7/7/2020).
BACA JUGA : Ini Dia Wajah Baru Pasar Seni Gabusan
Ia mengatakan aktivitas di PSWG belum dimulai karena masa pandemi Covid-19. Rencananya aktivitas di pasar tersebut akan dibuka pada awal Agustus mendatang, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan karena dimungkinkan Agustus masih dalam masa pandemi.
“Makanya kami sedang susun SOP new normal,” ucap Zona.
Pihaknya tidak ingin adanya klaster baru penularan Covid dari PSGW. Maka semua pelaku usaha di pasar tersebut harus memahami aktivitas di masa pandemi ini salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan.
Minimal, kata dia, pedagang tidak membiarkan adanya kerumunan orang di lokasi PSWG dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan selalu mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak.
BACA JUGA : 250 UMKM Dipastikan Masuk Pasar Seni Gabusan
Dinas Perdagangan saat ini tengah menyiapkan tempat cuci tangan di semua los, pemasangan papan imbauan antisipasi dan kewaspadaan penularan Covid, pemasangan pengeras suara untuk memberikan imbauan secara berkala kepada pengunjung dan pelaku usaha, serta pengadaan alat pengecekan suhu tubuh.
Zona memastikan tahun ini sudah tidak ada perbaikan fisik di PSWG karena dananya terbatas. Perbaikan fisik kemungkinan akan dilanjutkan tahun depan. Namun bagian mana saja yang akan diperbaiki, Zona belum bisa menyebutkannya karena masih dalam pembahasan.
Diketahui Pasar Seni dan Wisata Gabusan sempat mangkrak lama, kemudian dihidupkan kembali oleh Bupati Suharsono secara bertahap dan mulai diresmikan pada 22 Desember lalu.pasar yang awalnya identik dengan jual beli kerajinan itu, kini dilengkapi juga dengan tempat hiburan, permainan, zona galeri, hingga pusat oleh-oleh.
Ada lima zona dalam PSWG, namun pintu masuk tetap satu pintu atau one stop shopping. Zona pertama adalah zona masuk yang hanya dilengkapi fasilitas kamar mandi dan toilet berkelas. Zona berikutnya pasar kerajinan, zona galeri, zona hiburan dan permainan, dan oleh-oleh.
Penataan PSWG ini tidak hanya melibatkan Dinas Perdagangan namun sejumlah organisasi terkait seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Kebduayaan, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.