Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Dita Leni Ravia saat ditemui di rumahnya, Selasa (7/7/2020)-Harian Jogja/Hery Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang remaja asal Gunungkidul bernama Dita Leni Ravia, 17, mendadak viral. Namanya terbilang unik karena dalam bahasa Indonesia ditaleni berarti diikat dan ravia berarti tali rafia. Dengan demikian namanya berarti diikat tali rafia.
Dita, sapaannya adalah putri pertama dari pasangan Suro, 45 dan Emy, 39. Dita lahir pada 5 September 2002. Dia punya adik laki-laki yang baru saja duduk di bangku SD. Mereka sekeluarga tinggal di Dusun Widoro, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul. Saat ini, Dita berstatus sebagai pelajar kelas 3 di SMK N 1 Saptosari jurusan otomotif.
BACA JUGA: Kisah Hasan Merkids, Dulu Preman Jogja Tanpa Belas Kasihan, Kini Berbuat Kebaikan Tanpa Batas
“Sebenarnya dari dulu banyak yang bilang nama saya unik. Orang-orang sekitar sini sudah pada tahu. Baru sekarang saja viral,” ujar Dita ketika ditemui Harian Jogja, Selasa (7/7/2020).
Berkat namanya yang unik, ia pun mendadak terkenal. Ia juga mengaku tak keberatan dengan pemaknaan “diikat tali rafia” oleh orang-orang.
Ketika ditanyai bagaimana kehidupannya di sekolah, Dita mengatakan teman-temannya terbilang suportif. Dita adalah satu-satunya perempuan di antara teman sekelasnya yang semuanya laki-laki. Ia sama sekali tidak mendapat tindakan usil lantaran namanya itu. Ia justru bersyukur karena namanya bisa viral. “Saya malah bersyukur sama nama itu karena bisa mengharumkan nama sekolah dan orang tua juga,” katanya.
BACA JUGA: Tol Solo-Jogja-Bawen Jalan Terus, Begini Perkembangan Terbarunya
Kendati begitu, nama Dita Leni Ravia masih sering dipertanyakan keasliannya. Banyak yang mengira nama tersebut terkesan bercanda dan main-main. Seperti saat mendaftar sekolah atau pergi ke puskesmas. Petugas setempat harus menanyakan ulang kebenaran nama tersebut.
Tak terkecuali, di media sosial. Banyak orang yang sering mempertanyakan kebenaran namanya. Bahkan, kata Dita, ada yang sempat mengejek namanya. Dita pun memilih tidak menghiraukan respons negatif itu. Toh, menurutnya, nama adalah pemberian orang tua yang patut disyukuri.
“Ya kadang ada saja yang komentar aneh-aneh di Instagram. Saya biarin aja,” ujar remaja yang bercita-cita sebagai pramugari tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.