Cegah Penyebaran Corona, Pedagang Luberan Ditertibkan

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 Juli 2020 12:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jaga jarak menjadi salah protokol yang terus gencar dilakukan saat pandemi. Namun dibeberapa lokasi, seperti pasar yang banyak memuat pedagang luberan, seringkali protokol tersebut sulit terpenuhi.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengatakan pihaknya tengah mendisiplinkan pedagang luberan di sejumlah pasar. Terbaru, pedagang luberan Pasar Sentul terpaksa didisiplinkan. "Kita lakukan penataan tujuannya agar bisa menerapkan protokol kesehatan di pasar," terang Yunianto dihubungi pada Selasa (7/7/2020).

BACA JUGA : Takut Dikucilkan, Banyak Pedagang di Bantul Kabur

Menurut keterangan Yunianto, sebagain besar pedagang luberan Pasar Sentul tidak resmi dalam artian tidak memiliki kartu pedagang. Dia menambahkan penataan ini juga untuk mengetahui apakah pedagang di dalam pasar juga telah memiliki izin resmi atau kartu pedagang. Karena tak jarang, Yunianto menemukan beberapa pedagang yang memiliki los, lapak, atau kios di dalam pasar juga berjualan di luar.

Dalam penataan pasar ini, Yunianto berkoordinasi bersama pihak paguyuban pedagang dan pemangku wilayah. Pasar Sentul misalnya, Yunianto mengatakan lokasi tersebut menjadi salah satu yang sulit ditata karena karakter pasarnya yang sempit. Meski sulit, Yunianto tetap meminta pedagang untuk tetap menegakkan protokol  Covid-19 seperti menggunakan masker dan rajin cuci tangan.

BACA JUGA : Penularan Covid-19 dari Klaster Pedagang Ikan

"Kami koordinasi dengan paguyuban pasar, karena pedagang juga rentan terpapar," ujarnya.

Yunianto mengatakan saat ini penataan yang dilakukan masih mengedepankan aspek kekeluargaan. Yunianto menyebutkan penertiban akan dilakukan dengan upaya tanpa menggusur atau memindah dan hal itu akan berlaku untuk semua pasar.

"Di pasar antara warga dan pedagang itu sudah saling kenal, jadi kita kedepankan asas kekeluargaan dan kearifan lokal,"  tuturnya.

Salah satu strategi yang rencananya akan diterapkan yakni pengetatan jam operasional Pasar Sentul. Bila biasanya pedagang luberan buka hingga pukul 10.00 WIB, Yunianto meminta agar pedagang mau untuk tutup lebih gasik yakni pukul 08.00 WIB.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan pihaknya hanya membantu Disperindag Kota Jogja dalam penataan pasar. Pihaknya siap menyokong upaya penertiban dan penataan dengan menerjunkan satu regu Satpol PP yang berjumlah sepuluh personil.