Pembebasan Lahan Agustus, Tol Jogja-Solo Mulai Dibangun November Tahun Ini

Ilustrasi - JIBI/Solopos/Nicolous Irawan
10 Juli 2020 14:07 WIB Imam Yuda Saputra & Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Tol Jogja-Solo akan mulai dikerjakan akhir tahun ini. Tol sepanjang 160 kilometer (km) itu dibangun mulai November 2020. Di DIY, pembebasan lahan dimulai Agustus nanti.

Rencana itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2020). Ganjar mengatakan persiapan pembangunan tol itu sudah dilakukan sejak lama dan tinggal dieksekusi.

“Tadi malam saya dapat laporan dari PT Adhi Karya kalau Jogja [DIY] sudah siap. Jadi rencana ruas yang Solo-Klaten akan dimulai dari Prambanan. Kalau Jateng sudah siap lama. Kami sudah menyiapkan semua termasuk penlok [penetapan lokasi],” tutur Ganjar.

BACA JUGA: Tol Jogja-Bawen Lewati 7 Desa dan 3 Kecamatan di Sleman, Ini Daftar Lengkapnya

Ganjar yang sudah mengantongi informasi kesiapan pembangunan tol dari Pemda DIY mengatakan secara keseluruhan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) itu bisa dijalankan.

“Koordinasi kami dengan Jogja sudah intens. Dengan kabar Jogja sudah siap, menurut saya lebih bagus. Tinggal segera dilakukan pengerjaan. Kami tentu akan memberikan bantuan apabila dibutuhkan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ini Penyebab 1.262 Orang di Sekolah Calon Perwira TNI AD Positif Terinfeksi Corona

Berdasarkan laporan PT Adhi Karya selaku kontraktor, Ganjar mengatakan pengerjaan fisik Tol Solo-Jogja itu akan dimulai pada bulan November tahun ini.

"Sudah dilaporkan ke saya, November dilaksanakan. Tapi soal rentang waktu kapan selesainya, saya kurang hafal. Kalau tidak salah, dua tahun ya waktunya," imbuhnya.

Proyek Tol Jogja-Solo merupakan salah satu proyek strategis nasional. Ruas jalan tol yang akan dibangun di proyek tersebut yakni 160 km dengan nilai investasi mencapai Rp21 triliun.

BACA JUGA: HASIL KAJIAN BI: 24,6% Duit Mahasiswa Jogja Terkuras untuk Gaya Hidup

Sementara, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengatakan rute tol trase Jogja-Solo sudah tidak akan berubah lagi. "Sesuai IPL [izin penetapan lokasi], sudah disepakati semua pihak yang tanahnya dibebaskan," ujarnya.

Karena IPL sudah terbit, pemasangan patok dan pembebasan lahan sudah bisa dimulai Agustus mendatang dan diharapkan selesai pada pertengahan 2021.

BACA JUGA: Patut Dicontoh! Karang Taruna Kepuharjo Sleman Sukses Bangun Lapangan Bola ala Eropa

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, meminta pembangunan tol harus bersinergi dengan pemulihan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Proyek nasional ini diharapkan bisa membantu secara signifikan recovery ekonomi. Semua itu harus direncanakan sejak awal agar memberikan dampak maksimal bagi recovery ekonomi DIY. Tanpa koordinasi kami khawatir warga DIY akan menonton saja proyek nasional berjalan dan bahkan hanya akan dapat akibat negatifnya seperti kebisingan, kemacetan dan sebagainya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Menolak Dikarantina, Pasien Positif Covid-19 Bantul Pulang ke Madura

Ia juga minta agar proyek ini dilaksanakan secara transparan sejak awal dan direncanakan secara baik, termasuk sisi keuangannya. Kontraktor kata dia, jangan sekedar mau menang sendiri.

“Jangan sampai pengalaman buruk pembangunan fisik bandara YIA terulang lagi, karena banyak pengusaha lokal dibayar dengan sistem tunda yang sangat lama sehingga menderita kerugian,” kata dia.

Di samping itu, masa pembebasan tanah juga perlu diperhatikan baik baik agar sesuai ketentuan yang berlaku dan komunikasi baik dengan warga. Secara umum kami menilai proses yang berjalan sampai saat ini cukup baik, bahwas mundur dari perencanaan awal itu sangat wajar karena ada pandemi covid-19,” ujarnya.