Tahun Ajaran Baru, Jenjang SD dan SMP Masih Pembelajaran Daring

Ilustrasi. - SOLOPOS/Ratna Puspita Dewi
11 Juli 2020 15:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran 2020/2021 akan segera bergulir pada pekan. Namun siswa nampaknya harus menerima keputusan Dinas Pendidikan Kota Jogja bahwa tahun ajaran baru sementara akan tetap menggunakan sistem Belajar di Rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori dihubungi pada Jumat (10/7/2020) memastikan pelaksanaan tahun ajaran baru 2020/2021 akan kembali menerapkan sistem belajar di rumah atau jarak jauh. Dia mengatakan keputusan itu ditetapkan mengacu sesuai dengan surat edaran Gubernur dan Walikota di mana tahun ajaran baru yang dimulai Senin (13/7/2020) akan tetap mengutamakan sistem belajar di rumah atau jarak jauh.

BACA JUGA : Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli, Sekolah di DIY Dipastikan

Termasuk Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru juga akan dilakukan daring di mana guru akan memperkenalkan profil sekolah dengan daring termasuk teman sekelas masing-masing anak.

Budi menerangkan sebelumnya target pembelajaran jarak jauh sebelumnya hanya berfokus agar anak belajar di rumah. Namun, dikarenakan selesainya pandemi tidak dapat diketahui, Disdik Kota Jogja menyiapkan materi pembelajaran dengan sistem agar benar-benar pembelajar ini tetap menjaga kualitas pendidikan.

Guna menjaga kualitas pendidikan selama BDR berlangsung, Budi mengatakan baik Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) tengah menyusun mana saja materi yang bisa disampaikan dengan sistem daring 

"Istilahnya ada materi esensial yang bisa didaringkan tapi juga ada yang tidak," ujarnya.

"Yang jelas kita sudah memilah malah materi yang bisa didaringkan, kalau tidak bisa ya terpaksa ditunda," lanjut Budi.

Dia menambahkan bahwa materi yang tidak bisa didaringkan bukan materi esensial. Berbeda dengan materi esensial yang sifatnya wajib didaringkan. Diterangkan Budi, materi yang tidak dapat didaringkan memiliki keterbatasan-keterbatasan yang tidak bisa disampaikan secara langsung oleh pengajar kepada anak didiknya.

"Olahraga misalnya, kita bisa memvideo anak-anak lari-lari tapi kita tidak bisa memantau, pelajaran Menyanyi, mungkin kita juga agak sulit," paparnya.

Budi menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi  dengan pengawas dan sekolah menyangkut  hal-hal (materi pembelajaran) yang harus disampaikan. "Materi-materi yang disampaikan tadi,yang jelas 70 persen materi harus disampaikan, sudah kita pilah," terangnya.

BACA JUGA : Tahun Ajaran Baru Dimulai Senin, Sekolah Masih Bisa Terima 

Terkait Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) masing-masing sekolah memiliki ketentuan masing-masing.  "Tiap sekolah sendiri-sendiri, tiap mapel saja beda-beda," ujarnya.

Budi menjelaskan bahwa BDR di tahap semester baru ini akan tetap menjaga kualitas pendidikan. "Nek wingi sing penting bocah ora metu-metu, sekarang diseriuskan lagi karena jangka waktunya enggak tahu sampai kapan," tuturnya.

Disdik Kota Jogja sendiri telah melakukan uji coba aplikasi pembelajaran daring Unison. Dia mengatakan bahwa setelah selesai pada tahap uji coba, aplikasi tersebut selanjutnya akan dimasalkan. "Kemarin masih pada tataran uji coba, kemarin pertama kali diujicobakan di dinas [Disdik Kota Jogja], ada beberapa masukan dari guru," jelasnya.

Mengenai kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran daring Budi mengatakan untuk  sekolah fasilitas sudah memadai. "Yang jadi problem itu sebenarnya ketersediaan sarpras [sarana dan prasarana] di rumah, siswa yang tidak punya alat pendukung." tuturnya.

Namun pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi orang tua wali murid bagaiamana ketersediaan sarana prasarana yang dimilikinya. "Target akademik di masa pandemi kami upayakan terpenuhi targetnya," tegasnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja sekaligus Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa pembelajaran siswa kemungkinan akan dilakukan daring kembali melihat perkembangan kasus Covid-19 yang masih mengalami naik turun. Menyangkut aplikasi daring, pihaknya masih menunggu sejauh mana kesiapan aplikasi tersebut apalah siap diterapkan atau belum.